Hari Antikorupsi, dari Penyelamatan Uang Negara hingga Drama Tanpa Korupsi

Oleh Muhammad Radityo Priyasmoro pada 10 Des 2019, 09:09 WIB
Diperbarui 10 Des 2019, 09:09 WIB
Presiden Jokowi Peringati Hari Antikorupsi Sedunia di SMK 57

Liputan6.com, Jakarta - Hari Antikorupsi Sedunia atau Hakordia dihelat Indonesia dengan beragam cara. Di antaranya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyampaikan capaian periode Agus Rahardjo cs terhadap penyelamatan uang negara yang dikorupsi hingga Rp 63,9 triliun.

Agus merinci, angka Rp 63,9 triliun itu didasari dari penghitungan divisi Penelitian dan Pengembangan KPK, berikut dengan optimalisasi pendapatan daerah dari pajak hotel, restoran, piutang pajak, fasilitas umum, fasilitas sosial, dan sengketa aset.

"Hal itu didapat dari pencegahan Rp 34,7 triliun, dari supervisi Rp 29 triliun, dan dari grarifikasi Rp 159,3 miliar," kata Ketua KPK Agus Rahardjo saat berpidato memperingati Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) di Gedung Serba Guna KPK, Jakarta, Senin 9 Desember 2019. 

Sementara itu, Presiden Joko Widodo atau Jokowi memilih cara berbeda dalam memperingati Hari Antikorupsi Sedunia 2019. Orang nomor satu se-Indonesia ini memilih menonton drama lakon #prestasitanpakorupsi yang diperankan menterinya di SMKN 57 Jakarta.

Lakon #PrestasiTanpaKorupsi menyuguhkan drama singkat yang diperankan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim, serta komedian Beddu dan Sogi Indra Dhuaja.

Dalam pentas ini Erick Thohir tampil sebagai penjual bakso. Sementara Nadiem, Wishnutama, Beddu dan Sogi berperan sebagai pelajar SMK. Drama diawali dengan obrolan santai antara Nadiem Makarim dengan Sogi di warung bakso.

Sogi membujuk Nadiem menggunakan uang kas sekolah untuk membeli bakso. Kebetulan, Nadiem mengantongi uang kas sekolah. Namun, dia menolak. Tak hanya Nadiem, Erick pun ikut mengingatkan Sogi agar tak membeli bakso dengan uang kas sekolah.

"Nggak boleh pakai uang kas sekolah, pakai uang sendiri. Pokoknya no money, no bakso," kata Erick.

2 dari 4 halaman

Pesan Jokowi

Mendapat Aplause Presiden Jokowi dan Para Penonton Yang Hadir
Bedu (kanan) memperkenalkan kembali para menteri naik ke atas panggung. Hal ini, mendapatkan tepuk meriah dari para penonton yang hadir. Setelah melihat aksi kocak para menteri bersama pelawak tanah air.

Jokowi beralasan tidak menghadiri undangan KPK kali ini karena ingin memberi kesempatan kepada wakil barunya, Ma'ruf Amin yang disebutnya belum pernah datang ke peringatan perayaan Hari Antikorupsi.

"Gantian kan saya setiap tahunnya sudah," ujar Jokowi.

Saat disinggung soal Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) untuk KPK dalam momentum Hakordia 2019, Jokowi memberi jawaban yang sama seperti sebelumnya.

"Sampai detik ini kita masih melihat, mempertimbangkan (Perppu), tapi kan UU-nya belum berjalan," kata mantan Gubernur DKI ini di SMK 57 Jakarta.

Jokowi pun mengajak semua pihak agar membiasakan diri dengan nilai-nilai integritas dan kejujuran sejak dini.

Hal tersebut disampaikan Jokowi melalui akun Instagram pribadinya @jokowi pada Senin, (9/12/2019).

"Mari membiasakan diri dengan nilai-nilai integritas dan kejujuran semenjak dini," tulis Jokowi.

Menurutnya, nilai-nilai integritas dan kejujuran yang dibiasakan sejak dini harus dijadikan sebagai budaya kerja dan budaya dalam keseharian.

 

3 dari 4 halaman

Firli Bahuri Prihatin

Peringatan Hari Antikorupsi
Ketua KPK terpilih periode 2019-2023, Firli Bahuri menghadiri peringatan Hari Anti Korupsi Dunia (Hakordia) 2019 di Gedung Penunjang KPK, Jakarta, Senin (9/12/2019). KPK kembali menggelar Hari Antikorupsi Sedunia yang jatuh setiap 9 Desember. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Ketua KPK terpilih periode 2019-2023 Firli Bahuri mengaku prihatin dengan terselenggaranya Hari Antikorupsi Sedunia.

Jenderal polisi bintang tiga ini berpandangan, Hari Antikorupsi adalah pengingat bahwa korupsi masih menjadi faktor serius yang merajalela.

Karena itu, Firli berharap suatu saat Indonesia tidak lagi perlu memperingati Hakordia, bila Indonesia sudah bersih dari korupsi.

"Jadi mari kita bersama mengambil peran untuk melakukan pemberantasan korupsi sesuai dengan tataran hak, kewajiban, kewenangan dan kita semua harus berperan aktif membebaskan bangsa kita dari masalah korupsi," tulis Firli dalam siaran persnya.

4 dari 4 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓