KPAI Sesalkan Tragedi Jasad Balita Tanpa Kepala di Samarinda

Oleh Liputan6 pada 09 Des 2019, 14:38 WIB
Diperbarui 09 Des 2019, 14:38 WIB

Liputan6.com, Samarinda - Pasca-tragedi yang menimpa balita Yusuf, aktivitas di PAUD Jannatul Athfaal, Samarinda, Kalimantan Timur, belum normal.

Guru piket yang menjaganya menyebut, korban hilang saat ia tengah ke toilet. Sang bocah tidak lagi berada di tempatnya bermain saat pengasuh keluar dari kamar kecil.

"Intinya kalau pintu terbuka, dia pasti lari. Karena pintu dalam keadaan tertutup," ucap  Marlina, pengasuh korban, seperti ditayangkan Liputan6 SCTV, Senin (9/12/2019). 

Kasus hilangnya balita di tempat penitipan anak hingga ditemukan tewas mengenaskan ini disesalkan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Kasus ini terjadi di tengah meningkatnya kebutuhan orangtua akan tempat penitipan anak atau daycare.

Untuk itu KPAI meminta kementerian pendidikan dan kebudayaan segera melakukan pembenahan supaya kejadian seperti di Samarinda tidak terulang.

Bukan tanpa alasan, riset pengawasan KPAI di delapan provinsi di taman penitipan anak (TPA) dan taman anak sejahtera (TAS) atau yang dikenal sebagai daycare hasilnya mengejutkan.

Sebanyak 44 persen TPA dan TAS atau daycare ditemukan tidak berizin. 49,3 persen tidak memiliki sistem keamanan. Selain itu, KPAI menemukan SDM pengelola tempat penitipan anak belum sepenuhnya terstandarisasi.

Live Streaming

Powered by