KPAI Sesalkan Tragedi Jasad Balita Tanpa Kepala di Samarinda

KPAI Sesalkan Tragedi Jasad Balita Tanpa Kepala di Samarinda

Pasca-tragedi yang menimpa balita Yusuf, aktivitas di PAUD Jannatul Athfaal, Samarinda, Kalimantan Timur, belum normal.

Guru piket yang menjaganya menyebut, korban hilang saat ia tengah ke toilet. Sang bocah tidak lagi berada di tempatnya bermain saat pengasuh keluar dari kamar kecil.

"Intinya kalau pintu terbuka, dia pasti lari. Karena pintu dalam keadaan tertutup," ucap Marlina, pengasuh korban, seperti ditayangkan Liputan6 SCTV, Senin (9/12/2019).

Kasus hilangnya balita di tempat penitipan anak hingga ditemukan tewas mengenaskan ini disesalkan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Kasus ini terjadi di tengah meningkatnya kebutuhan orangtua akan tempat penitipan anak atau daycare.

Untuk itu KPAI meminta kementerian pendidikan dan kebudayaan segera melakukan pembenahan supaya kejadian seperti di Samarinda tidak terulang.

Bukan tanpa alasan, riset pengawasan KPAI di delapan provinsi di taman penitipan anak (TPA) dan taman anak sejahtera (TAS) atau yang dikenal sebagai daycare hasilnya mengejutkan.

Sebanyak 44 persen TPA dan TAS atau daycare ditemukan tidak berizin. 49,3 persen tidak memiliki sistem keamanan. Selain itu, KPAI menemukan SDM pengelola tempat penitipan anak belum sepenuhnya terstandarisasi.

Ringkasan

Oleh Muhammad Gustirha Yunas pada 09 December 2019, 14:38 WIB

Video Terkait

Spotlights