Terlalu Gemuk, Hasto Sarankan Erick Restrukturisasi BUMN

Oleh Delvira Hutabarat pada 08 Des 2019, 18:50 WIB
Diperbarui 08 Des 2019, 18:50 WIB
Bersama Ratusan Kader PDIP, Ahok dan Djarot Hadiri Upacara HUT ke-74 RI
Perbesar
Sekjen DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto sekaligus sebagai Inspektur memimpin upacara HUT ke-74 RI di Jakarta, Sabtu (17/8/2019). Upacara HUT ke-74 Kemerdekaan RI tersebut diikuti ribuan kader dan simpatisan partai PDIP. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menilai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) merupakan alat untuk memajukan seluruh aspek kehidupan. Karena itu, setiap petinggi BUMN harus menjaga perilakunya  salah satunya denganmenjauhi hidup bermewah-mewah.

 "Berbagai perilaku-perilaku yang tidak sejalan dengan membangun korporasi yang sehat ya, seharusnya tidak boleh dilakukan," kata Hasto dalam keterangannya, Minggu (8/12/2019).

Hasto mengaku memiliki pengalaman bekerja selama 12 tahun di bidang usaha, sehingga berdasarkan pengalaman itu, ia menyebut memahami iklim korporasi, manajemen dan sirkulasi keuangan pada BUMN umumnya. Sejauh ini, Hasto melihat struktur BUMN terlalu gemuk.

"Untuk itu kami merekomendasikan kepada Menteri BUMN agar langkah-langkah restrukturisasi dapat dilakukan. BUMN seringkali terlalu gemuk dengan anak perusahaan, cucu perusahaan yang tidak terkait dengan bisnis usaha itu," kata Hasto.

Hasto mendorong setiap BUMN mengembangkan inti usahanya. Dengan begitu membangun kedaulatan di bidang pertahanan, pangan, energi, keamanan dan keuangan, bisa terwujud.

"Kemudian juga hal-hal terkait infrastruktur karena itu menghubungkan wilayah Indoensia yang begitu luas, konektivitas itu menjadi penting," jelas Hasto.

Ia menyarankan Menteri BUMN Erick Thohir mengonsolidasikan seluruh jajarannya. Fokus utamanya adalah memperkuat inti bisnis masing-masing BUMN.

"Caranya dengan menata BUMN kembali supaya tatanannya sejalan dengan inti bisnisnya. Harus dilihat secara menyeluruh agar BUMN fokus dalam ruang lingkup bisnis yang dimasukinya," ia menandaskan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya