Eks Wamen Minta Nadiem Makariem Tetap Pakai Kurikulum 2013

Oleh Liputan6.com pada 07 Des 2019, 22:03 WIB
Diperbarui 07 Des 2019, 22:03 WIB
Menteri Nadiem Pimpin Upacara HUT ke-74 PGRI dan Hari Guru Nasional

Liputan6.com, Padang - - Mantan Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Musliar Kasim meminta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim untuk tetap mempertahankan kurikulum 2013 karena dinilai sudah cukup baik.

"Kurikulum 2013 dirancang untuk meningkatkan kemampuan siswa, bukan hanya pada pengetahuan tetapi masuk pada keterampilan," kata Musliar dalam acara Silaknas Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) di Padang, Sabtu (7/12/2019) seperti dilansir Antara.

Musliar Kasim yang menjabat sebagai Wamen Dikbud periode 2011-2014 tersebut menilai kelemahan kurikulum pendidikan di Indonesia sebelum adanya kurikulum 2013 adalah tujuan yang hanya untuk mendapatkan pengetahuan. Akibatnya lulusan SMA di Indonesia punya pengetahuan, tetapi tidak punya keterampilan.

Padahal yang dibutuhkan dalam kehidupan, dalam dunia kerja adalah keterampilan bukan hanya pengetahuan. Hal itu telah diakomodasi dalam kurikulum 2013.

Hanya saja, untuk bisa menerapkan kurikulum itu secara sempurna, perlu sumber daya manusia guru-guru yang memenuhi syarat yaitu melalui pelatihan-pelatihan. Hal itu yang sebelumnya tidak tercapai karena kurikulum itu sempat dihentikan.

Musliar mengatakan dalam merumuskan kurikulum 2013 itu setidaknya melibatkan 1.000 orang mulai dari pembahasan hingga pengambilan kebijakan. Praktisi pendidikan dari beberapa negara juga sudah mengakui kualitas kurikulum itu.

"Kalau bisa sampaikan kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang baru (Nadiem Makarim) agar kembali meneruskan kurikulum 2013 dan menyempurnakannya," kata dia.

2 dari 3 halaman

Ganti Menteri Ganti Kebijakan

Nadiem Makarim, Menteri Termuda Jokowi di Kabinet Indonesia Maju
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim (kanan) berbincang dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani (kiri) saat pelantikan di Istana Negara, Rabu (23/10/2019). Nadiem mejabat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan di usia 35 tahun. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Kebiasaan selama ini, kata Musliar, menteri berganti kebijakan ikut berubah. Kurikulum berubah, menurutnya sangat tidak baik untuk pendidikan Indonesia.

Sebaiknya menyempurnakan yang sudah ada alih-alih memulai kembali semua dari nol.

Sementara itu Ketua Tim Pelaksana Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (Detiknas) Ilham Akbar Habibie mengatakan pendidikan ke depan harus bisa memanfaatkan teknologi seperti intelegensi artifisial.

Guru bisa memanfaatkan teknologi itu untuk bisa menggali potensi kecerdasan siswa dan memaksimalkannya dengan penanganan yang lebih personal.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓