Erick Thohir: Penyelundupan Harley Davidson Dilakukan Secara Sistemik

Oleh Maria Flora pada 07 Des 2019, 16:35 WIB
Diperbarui 07 Des 2019, 16:35 WIB

Liputan6.com, Jakarta - Penyelundupan sepeda motor Harley Davidson melalui Pesawat Garuda Airbus A330-900 diduga bukan hanya melibatkan Ari Askhara sang direktur utama. Skandal ini juga terindikasi melibatkan direksi lain.

Seperti ditayangkan Liputan6 SCTV, Sabtu (7/12/2019), Menteri BUMN Erick Thohir menuding penyelundupan itu dilakukan secara sistemik yang melibatkan bukan hanya satu individu.

"Yang dilakukan ini kan sistemik. Dalam arti, dari dirutnya ada kerjasama ini ini terus. Bukan Individu. Bahkan pesawatnya aja dipakai, yang notabene, masih dalam tanda kutip, keuangan negara. Masuk ke hanggar. Itu kan sudah skenario," ucap Erick Thohir. 

Langkah Erick memecat Ari Askhara diapresiasi Presiden Joko Widodo. Jokowi menilai keputusan tersebut sudah tepat dan tegas.

"Saya kira pesannya tegas sekali. Jangan sekali mengulang-ngulang seperti itu lagi," kata Jokowi. 

Sementara itu, kasus penyelundupan Harley Davidson dan sepeda Brompton dalam pesawat Garuda mulai masuk ke ranah hukum. Sesuai aturan, proses penyelidikan yang saat ini masih ditangani aparat bea cukai, selanjutnya akan dilimpahkan ke kepolisian.

Di tempat terpisah, Wakil Ketua KPK Laode M Syarief menyebutkan, Ari Askhara adalah kolektor motor Harley Davidson. Namun, Ari tidak pernah melaporkan dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).

Seperti diketahui, penyelundupan motor Harley dan sepeda Brompton dilakukan melalui penerbangan pesawat Garuda Indonesia dari Toulouse, Prancis, menuju bandara Soekarno-Hatta, Minggu, 17 November 2019.

Live Streaming

Powered by