Cerita JK soal Kualitas Pendidikan Indonesia

Oleh Muhammad Radityo Priyasmoro pada 05 Des 2019, 16:06 WIB
Diperbarui 06 Des 2019, 22:14 WIB
Jusuf Kalla

Liputan6.com, Jakarta Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menyandang gelar doktor kehormatan (HC) bidang mutu pendidikan dari Universitas Negeri Padang (UNP). Lewat pidatonya, JK blak-blakan soal mutu pelajar bangsa yang wajib terus ditingkatkan.

"Tahun 1951 saya ambil dari badan pengujian, arsipnya masih ada, luar biasa soalnya sangat sulit 20 tahun lalu dibanding misalnya ujian tahun 2000 yang jawabannya sudah ada pilihan ganda, tinggal pilih a b c, jauh sekali yang tamatan 90-an dan 2000-an hasilnya," kata JK di Auditorium UNP, Padang, Sumatera Barat, Kamis (5/12/2019).

JK kemudian bercerita saat dirinya didapuk menjadi Menteri Kordinasi Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) atau sekarang berubah nama menjadi Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (PMK). Kala itu dia membandingkan antara Indonesia dengan negara ASEAN lainnya seperti Malaysia, Singapura, dan Filipina karena dinilai negara yang sama-sama berbahasa melayu dan Inggris.

Hasilnya, kualitas manusia Indonesia hanya mampu menyaingi Filipina dan jauh tertingal Malaysia dan Singapura. Sebab, standar mutu pendidikan Indonesia belum mampu bersaing dengan standarisasi Oxford atau Cambridge yang mereka gunakan saat itu.

"Hanya Filipina yang soal ujiannya hampir sama dengan Indonesia mungkin karena itu sebabkan kemajuannya hampir sama dengan Indonesia," jelas JK.

JK melanjutkan, standar lulus UN di Singapura/Malaysia kala itu ada di angka 7. Kendati Indonesia belum dapat menyaingi, maka penerapan awal sitem UN sebagai patokan standar mutu pendidikan di Indonesia dimulai dengan patokan di angka 4.

"Awal UN itu 2003, itu pun 18% siswa tak lulus. Kalau angka kelulusan (dipaksa) 6 pada uji coba pada waktu itu maka 40% anak (diperkirakan) tidak lulus, jadi saya minta konsekwen," lanjut dia.

Karenanya JK mengamini bagaimana mutu pendidikan di Indonesia kala itu. Namun dengan kesepakatan bersama, angka terus ditingkatkan sebanyak 0,5 setiap tahunnya. Dengan begitu, JK yakin akan ada peningkatan mutu pendidikan tiap tahunnya.

"Jadi bisa dibayangkan mutu pada waktu itu, jadi begitu parahnya nilai pendidikan kita pada waktu itu," JK menandasi.

Tag Terkait

Live Streaming

Powered by