Nadiem Makarim Ingin Memerdekakan Mahasiswa, Seperti Apa Konsepnya?

Oleh Ady Anugrahadi pada 04 Des 2019, 14:21 WIB
Diperbarui 06 Des 2019, 09:14 WIB
Menteri Nadiem Pimpin Upacara HUT ke-74 PGRI dan Hari Guru Nasional

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim bertekat mengubah paradigma pendidikan.

Dia sebagai menteri pendidikan akan memberikan kepercayaan, kebebasan, otonomi kepada institusi pendidikan.

Menurut Nadiem, interpresrasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan terhadap visi presiden ada dua hal yaitu merdeka belajar dan guru pengerak.

"Kemerdekaan belajar itu apa artinya, kemerdekaan di setiap jenjang unit pendidikan. Kemerdekaan harus turun terus. Lembaga perguruan tinggi merdeka dari berbagai macam regulasi dan birokratisasi. Para pendidik dan dosen juga dimerdekakan dari briorkrasi," kata Nadiem Makarim saat memberikan sambutan di Universitas Indonesia, Rabu (4/12/2019).

Di perguruan tinggi, kata dia, yang penting mahasiswa diberikan kemerdekaan untuk belajar sesuai kemauannya, kemampuan, dan minat.

"5 tahun ke depan gak akan nyaman sama sekali untuk berbagai macam institusi pendidikan. Tapi kalau mau perguruan tinggi kita aman, relevan kita harus lakukan perubahan ini," ujar dia.

 

2 dari 3 halaman

Kegiatan di Luar Kampus

Nadiem mencontohkan kepada pribadinya sendiri. Dia mengaku sebagai lulusan Hubungan Internasional. Tapi kerjaan lebih condong dibidang teknologi.

"Artinya apa yang kita pelajari apapun yang kita lakukan itu sering kali hanya starting poin kita. Lalu kenapa kita tidak mengebiri kemerdekaan mahasiswa kita untuk melakukan berbagai macam hal di luar prodi di luar kelas, di luar kampus. Ini lah namanya kemerdekaan mahasiswa," ucap dia.

3 dari 3 halaman

Saksikan video di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓