Jokowi: Rencana Pemekaran Papua Masih Moratorium

Oleh Liputan6.com pada 02 Des 2019, 15:31 WIB
Diperbarui 02 Des 2019, 15:31 WIB
Kunjungi Festival Sarung Indonesia 2019, Jokowi Coba Alat Tenun
Perbesar
Presiden Joko Widodo memberi sambutan saat mengunjungi Festival Sarung Indonesia 2019, Plaza Tenggara Kompleks GBK, Jakarta, Minggu (3/3). Festival ini diikuti sejumlah perajin sarung tenun dari berbagai daerah. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Liputan6.com, Jakarta Presiden Jokowi menyatakan, pihaknya saat ini masih moratorium pembentukan provinsi baru di Papua. Tetapi tidak menutup kemungkinan adanya aspirasi dari beberapa pihak terkait hal tersebut.

"Sampai saat ini, urusan pemekaran itu masih moratorium. Tetapi kalau ada aspirasi-aspirasi dari bawah, misalnya di Provinsi Papua, baik itu dari Papua Selatan, Papua Tengah, di pegunungan tengah, saya kira silakan. Namanya aspirasi dari bawah," kata Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakata pusat, Senin (2/12/2019).

Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian pun sudah mengumpulkan beberapa aspirasi terkait hal tersebut. Dan hal tersebut sudah disampaikan kepada Jokowi.

"Kemarin saya mendapatkan informasi dari mendagri, bahwa aspirasi-aspirasi itu sudah disampaikan ke Mendagri," ungkap Jokowi.

Namun kata dia beberapa usulan tersebut masih dikaji oleh pemerintah. Hal tersebut kata dia untuk kebaikan Bumi Cendrawasih.

"Tentu saja ada kajian-kajian, perhitungan-perhitungan yang dalam, dalam rangka untuk kebaikan bersama, untuk kebaikan Papua," jelas Jokowi.

Reporter: Intan Umbari Prihatin

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya