Warga Alami Infeksi Pernapasan Akut Akibat Pembuangan Debu Batubara di Banten

Oleh Maria Flora pada 30 Nov 2019, 08:35 WIB
Diperbarui 30 Nov 2019, 11:20 WIB

Liputan6.com, Banten - Inilah video amatir yang direkam warga sekitar kawasan PLTU Suralaya, Merak, Banten. Abu debu sisa pembakaran atau fly ash berhamburan ke jalan dari konveyor yang akan membuang debu sisa pembakaran batubara.

Seperti ditayangkan Liputan6 SCTV, Sabtu (30/11/2019), video debu yang diambil di dalam mobil tersebut cukup pekat, sehingga pengendara harus berhenti karena pandangannya terhalang.

Pembuangan fly ash juga berada di ketinggian bukit dan dibuang di alam terbuka. Akibatnya, banyak warga sekitar PLTU Suralaya mengalami infeksi saluran pernapasan akut.

Salah satunya seperti yang diderita anak dari Masitah. Bayinya yang masih berusia 2 tahun divonis TBC dan harus mengonsumsi obat selama 6 bulan.

"Katanya sampai enam bulan, bisa lanjut sampai tiga dan enam bulan lagi," kata warga Suralaya Cilegon, Masitah.

Debu fly ash adalah bahan untuk membuat campuran semen dan batako yang mengandung unsur partikel halus, sehingga bisa terbawa angin. Namun, pembuangannya menggunakan truk terbuka, bukan truk kapsul yang tertutup rapat.

"Abu itu adalah kejadian sesaat karena itu adalah persiapan kita untuk start up kembali. Karena untuk menyalurkan abu itu dengan memakai udara kompressor," ucap Humas PLTU Suralaya Cilegon Asep Munandar.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Cilegon, pada tahun 2019, ada sekitar 49 ribu warga yang terserang penyakit infeksi saluran pernapasan akut. Sebagian di antara mereka bahkan harus dirawat di Rumah Sakit Panggung Rawi, Kota Cilegon.