Ma'ruf Amin Bertolak ke Bali Buka Rapimnas Kadin 2019

Oleh Liputan6.com pada 29 Nov 2019, 07:08 WIB
Diperbarui 29 Nov 2019, 07:08 WIB
Wakil Presiden Ma'ruf Amin bertolak ke Bali dari Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat (29/11/2019).

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Presiden Ma'ruf Amin bertolak ke Bali sekitar pukul 06.25 WIB dari Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat (29/11/2019).

Rencananya Ma'ruf akan meresmikan pembukaan rapat pimpinan nasional (Rapimnas) Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) 2019.

Tidak hanya itu Ma'ruf Amin juga akan menyerahkan 24 penerima Kadin Award oleh Ketua Umum Kadin kepada gubernur, bupati dan wali kota. Kemudian dalam acara tersebut juga akan ada penandatanganan memorandum of understanding (MoU) antara beberapa pihak.

Mulai dari Kadin dengan kementerian badan usaha milik negara terkait pemberdayaan usaha mikro, kecil dan menengah dan koprasi, serta penandatangan bersama DPD tentang pemberdayaan ekonomi daerah dan pelaku ekonomi usaha.

Selain Ma'ruf Amin, acara tersebut juga dihadiri Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, serta Staf Khusus Wapres Masduki Baidlowi.

 

 

2 dari 3 halaman

Kadin, Kemlu dan Kemendag Bersinergi

Rapat kerja nasional Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia diadakan pada Selasa, 19 November 2019 di Menara Kadin Indonesia. Pertemuan tersebut dihadiri oleh Ketua Umum Kadin Indonesia, Rosan P. Roslani, Wakil Ketua Umum (Waketum) Kadin Bidang Hubungan Internasional, Shinta W. Kamdani, Menlu RI, Retno Marsudi serta Mendag RI, Agus Suparmanto.

Rapat tersebut berfokus terhadap usaha apa saja yang dapat dilakukan oleh pelaku usaha lokal dalam menjalankan bisnisnya baik di wilayah dalam maupun luar negeri. Hal ini dianggap perlu menjadi perhatian, lantaran banyaknya masalah politik dunia yang sangat mempengaruhi perkembangan juga pertumbuhan ekonomi dunia.

Selain itu, alasan lain yang membuat hal itu penting adalah, usaha tersebut dinilai sebagai salah satu langkah dalam mengantisipasi keadaan ekonomi global di mana perang dagang jadi salah satu faktor terbesar yang mempengaruhi. 

"Pelaku usaha perlu melakukan kajian secara mendalam terhadap permasalahan umum dan sektoral, khususnya mengenal investasi dan perdagangan. Diperlukan adanya dorongan agar pelaku usaha Indonesia dapat lebih berorientasi pada ekspor dan tidak hanya fokus untuk memenuhi kebutuhan domestik," ujar Shinta W. Kamdani, selaku Waketum Kadin Bidang Hubungan Internasional dalam keterangannya pada acara tersebut, Selasa (19/11/2019).

Shinta juga mengatakan bahwa seluruh rangkaian program kerja Kadin bersinergi dengan pemerintah di antaranya Kemlu dan Kemendag. Oleh karena itu, apa yang menjadi rencana Kadin pun akan sejalan dengan rancangan program pemerintah. 

Kadin saat ini masih terus mengevaluasi peluang-peluang yang bisa didapatkan dari negara asing seperti Amerika Serikat. Beberapa sektor utama yang menjadi prioritas pengambilan peluang tersebut adalah tekstil, alas sepatu, elektronik, makanan dan minuman serta furniture. Dalam sektor tersebut lah, Kadin akan melakukan asistensi melalui asosiasi sektoral di Indonesia yang kemudian akan melakukan identifikasi pembeli asing. 

Dalam proses tersebut, pihak Kadin juga berharap bahwa pemerintah terutama Dubes RI di luar negeri dapat berperan aktif dalam membantu melakukan observasi.

"Saya harap para dubes bisa berperan aktif dengan memberikan informasi dan masukan kepada kita, karena kan mereka yang 'on the ground'. Jadi mereka bisa memberi tahu bagaimana cara meningkatkan perdagangan dari investasi," ujar Rosan P. Roslani, Ketum Kadin Indonesia.

Ia menambahkan bahwa kerja sama seperti itu dapat menjadikan para dubes tersebut sebagai market intelligence dari usaha dagang pebisnis lokal.

 

Reporter: Intan Umbari Prihatin

Sumber: Merdeka

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait