PDIP Tak Sepakat Wacana PNS Bekerja di Rumah

Oleh Yopi Makdori pada 22 Nov 2019, 22:05 WIB
Diperbarui 22 Nov 2019, 22:05 WIB
20160711-PNS-DKI-Jakarta-YR
Perbesar
Ilustrasi Foto PNS. (Liputan6.com/Yoppy Renato)

Liputan6.com, Jakarta - Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto mengaku, tidak sepakat dengan wacana Pegawai Negeri Sipil (PNS) bekerja dari rumah.

Menurutnya, PNS harus hadir di tengah masyarakat untuk memberikan pelayanan yang maksimal.

""Karena tugasnya melayani masyarakat. Kalau dia kerja di rumah bagimana rakyat harus dilayani," kata Hasto di kawasan Tapos, Depok, Jumat (22/11/2019).

Menurut Hasto, PDIP tak yakin pemerintah bakal menjalankan wacana tesebut. Ia menganggap, wacana PNS bekerja dari rumah adalah tidak tepat.

"Masih sebatas wacana untuk melihat bagaimana workspace itu mengalami perubahan. Kalau itu swasta di mungkinkan, tapi kalau untuk PNS memerlukan tempat kerja yang sudah ditentukan oleh negara," ujarnya.

"Iya (enggak tepat)," ucap Hasto.

 

 

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

Saksikan video pilihan di bawah ini:


Kualitas PNS Belum Maksimal

Ilustrasi PNS. www.pdk.or.id
Perbesar
Ilustrasi PNS. www.pdk.or.id

Sebelumnya, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) di era Menteri Syafruddin mengeluarkan wacana bahwa ASN atau PNS bisa bekerja di rumah.

Langkah ini mendapat dukungan banyak pihak. Namun, tak sedikit yang ragu, mengingat kualitas PNS saat ini masih belum maksimal. 

Syafruddin menyatakan, wacana PNS bisa bekerja di rumah muncul setelah melihat perkembangan teknologi. Dengan memanfaatkan teknologi, orang bisa bekerja di mana saja, kapan saja.

"Teknologi ada. Ya, supaya tidak jenuh juga," kata dia pada Rabu, 14 Agustus 2019. 

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya