Curhat Mahfud Md, Gagal Jadi Menteri SBY hingga Cawapres Jokowi

Oleh Putu Merta Surya Putra pada 22 Nov 2019, 09:10 WIB
Diperbarui 22 Nov 2019, 09:10 WIB
Gerakan Suluh Kebangsaan Soal Papua
Perbesar
Ketua Gerakan Suluh Kebangsaan Mahfud MD memberikan keterangan terkait kerusuhan Papua dalam acara di Jakarta, Jumat (23/8/2019). Gerakan Suluh Kebangsaan mengimbau seluruh elemen masyarakat menahan diri dan berpartisipasi aktif dalam menciptakan suasana kondusif di Papua. (merdeka.com/Imam Buhori)

Liputan6.com, Jakarta - Menko Polhukam Mahfud Md menghadiri acara syukuran pelantikan para menteri dari Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI), di kediaman Akbar Tandjung, Kamis 21 November 2019 malam.

Dalam acara tersebut, Mahfud Md menyinggung soal dirinya yang gagal menjadi calon wakil presiden mendampingi Joko Widodo atau Jokowi. Hal itu disampaikan Mahfud sebagai contoh bahwa hidup itu bagaikan air yang mengalir.

"Saya misalnya, tidak jadi wakil presiden. Sudah banyak orang berharap, saya juga berharap karena sudah buat baju itu disuruh," kata Mahfud di lokasi.

Mahfud meyakini, bahwa Jokowi saat itu tidak sedang mempermainkannya. "Yang dibangun pada waktu itu bahwa Pak Jokowi itu tidak mempermainkan saya. Saya ingin membangun keyakinan, bahwa Pak Jokowi itu sungguh-sungguh," cerita Mahfud.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu menegaskan, dirinya tak marah terhadap keputusan Jokowi yang lebih memilih didampingi KH Ma'ruf Amin. Salah satu buktinya adalah tetap mendukung Jokowi hingga akhirnya mendapatkan tempat di kabinetnya.

"Saya ikut mendukung, meskipun tidak vulgar-vulgar amat. Sehingga pada akhirnya, saya akhirnya mengalir ke tempat yang namanya kabinet," tutur Mahfud Md.

 

2 dari 3 halaman

Gagal Jadi Menteri SBY

SBY Temui Jokowi
Perbesar
Presiden Joko Widodo saat berbincang dengan Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (27/10). Keduanya melakukan pertemuan di teras belakang Istana Merdeka. (Laily Rachev / Biro Pers Setpres)

Hal yang nyaris serupa juga pernah terjadi di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY. Kala itu dia ditawari menjadi menteri SBY, namun tidak jadi.

"Ketika saya menjadi anggota DPR waktu Pak SBY jadi Presiden, saya sudah dipanggil mau dijadikan menteri, waktu itu periode pertama. Nanti Pak Mahfud ikut saya lagi, kalau saya menang. Dan memang betul, dan dipanggil empat kali, tapi (akhirnya) enggak jadi," kata Mahfud.

Dia pun berseloroh, jabatannya sebagai Menko Polhukam apakah akan mengalir lagi alias diganti cepat atau tidak. Diketahui, Jokowi telah mengganti Menko Polhukam hingga tiga kali di periode pertamanya, 2014-2019.

"Saya tidak tahu apakah cekungan kabinet di lama atau mengalir lagi. Allah itu yang menentukan semuanya," kata Mahfud memungkasi.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓