Mahfud Md Temui Parlemen Selandia Baru, Sempat Bahas Papua

Oleh Putu Merta Surya Putra pada 19 Nov 2019, 20:33 WIB
Diperbarui 21 Nov 2019, 18:13 WIB
Mahfud MD

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud Md menerima kunjungan dari parlemen Selandia Baru. Pertemuan yang juga dihadiri Duta Besar Indonesia untuk Selandia Baru Tantowi Yahya, sempat membahas mengenai Papua.

"Saya memberi penegasan, Parlemen Selandia Baru itu sahabat Indonesia yang sangat mendukung integrasi atau keutuhan wilayah Indonesia, termasuk sangat mendukung soal Papua sebagai bagian dari Indonesia," kata Mahfud di kantornya, Jakarta, Selasa (19/11/2019).

Dia menegaskan, dukungan Selandia Baru bukan hanya diperlukan secara politik, tapi secara konstitusional dan hukum internasional.

"Karena hukum internasional sudah menyatakan Papua itu bagian yang sah dari negara republik Indonesia. Menurut ICCPR, wilayah yang sudah menjadi bagian yang sah harus dipertahankan oleh negara yang bersangkutan dengan cara apapun. Kita sudah melakukannya," ujar Mahfud.

Sementara itu, Dubes Indonesia untuk Selandia Baru Tantowi Yahya menjelaskan, selama ini pemerintah Selandia Baru memang menghargai kedaulatan Indonesia.

"Mereka menghormati wilayah teritorial Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Adanya suara-suara yang mendukung Papua itu opini pribadi dari beberapa anggota Parlemen, kemudian media dan beberapa NGO. Tapi sikap resmi dari pemerintah Selandia Baru itu tidak pernah berubah, mereka mendukung wilayah teritorial Indonesia, di mana di dalamnya termasuk Papua," jelas Tantowi.

2 of 3

Bahas Pelanggaran HAM

Mahfud MD dan Gerakan Suluh Kebangsaan Sambangi Kediaman Megawati
Mahfud MD (tengah) bersama para tokoh Gerakan Suluh Kebangsaan memberi keterangan usai melakukan pertemuan dengan Presiden RI kelima, Megawati Soekarnoputri di Jakarta, Jumat (17/5/2019). Pertemuan berlangsung tertutup. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Dia juga menuturkan, isu adanya masalah pelanggaran HAM berat dijelaskan pula dalam pertemuan tersebut. Hal itu, kata Tantowi, sudah dijelaskan Mahfud Md.

"Sesungguhnya adalah upaya kita dalam rangka penegakan hukum, dalam rangka untuk melindungi rakyat Indonesia. Jadi, yang diambil tindakan tegas oleh aparat keamanan kita itu adalah para pengganggu keamanan, bukan rakyat sipil," kata dia.

"Ini yang harus dijelaskan kepada dunia, dan tadi dalam bahasa yang sangat sederhana, Pak Menko Polhukam menjelaskan ya, dan tadi bisa diterima dengan baik oleh mereka," pungkas Tantowi.

3 of 3

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓