Kasus Covid-19 Naik, Partai Garuda: Siapa Saja Bisa Kena, Bukan Mau Pemerintah

Oleh Liputan6.com pada 05 Jul 2022, 22:26 WIB
Diperbarui 06 Jul 2022, 17:52 WIB
Tingkat Kesembuhan Pasien COVID-19 Indonesia di Atas Rata Rata Global
Perbesar
Pengendara motor menunggu lampu merah di dekat mural melawan COVID-19 di Jakarta, Kamis (17/11/2020). Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan bahwa pemerintah sangat optimistis dalam pengendalian pandemi Covid-19. (Liputan6.com/JohanTallo)

Liputan6.com, Jakarta - Kasus Covid-19 di Indonesia terus merangkak naik, apalagi setelah masuknya dua varian baru, yaitu BA.4 dan BA.5. Begitu juga di dunia yang kasusnya kembali naik.

Oleh karena itu, diingatkan jika virus Corona yang menyebabkan Covid-19 ini bisa menyerang siapa saja tanpa terkecuali. Hal itu seperti diungkapkan Wakil Ketua Partai Garuda Teddy Gusnaidi.

"Kini varian baru Covid-19 kembali menyerang, Covid-19 tidak mengenal cebong dan kadrun, Covid-19 tidak mengenal Pemilu 2024, Covid-19 tidak hanya menyerang orang dengan pilihan politik tertentu, karena Covid-19 menyerang warga dunia, bukan hanya warga negara Indonesia saja," ujar Teddy melalui keterangan tertulis, Selasa (5/7/2022).

Teddy pun meminta kepada para politikus dan tokoh untuk tidak mempolitisasi virus Covid-19 ini.

"Ini bukan mau-maunya pemerintah, bukan mau-maunya kelompok tertentu, jangan kalian berikan informasi sesat hanya demi mendapatkan publikasi dan suara, karena ini penyakit menular yang bisa merengut nyawa banyak orang," papar Teddy.

Kemudian dia mengingatkan Indonesia pernah dinilai sebagai negara yang cepat dalam menangani dan menghentikan laju peredaran Covid-19.

"Cara Indonesia dipuji negara-negara lain. Tentu ini tidak lepas dari kesigapan pemerintah dan masyarakat, sehingga kita saat ini bisa kembali normal, bisa makan di tempat keramaian dan menonton konser," terang Teddy.

"Indonesia sudah punya metode, dan metode itu akan kembali dilakukan. Mencegah sejak awal agar varian baru ini tidak berkembang dan menginfeksi banyak rakyat Indonesia. Patuhi jangan memprovokasi," jelas Teddy.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Kasus Covid-19 Per Selasa 5 Juli 2022

FOTO: Waspada Ancaman Omicron hingga Februari Mendatang
Perbesar
Kepadatan calon penumpang kereta Commuter Line (KRL) di Stasiun Tanah Abang, Jakarta, Rabu (12/1/2022). Data sementara Kementerian Kesehatan hingga 10 Januari 2022, total ada 506 kasus COVID-19 varian Omicron di Indonesia. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Sebelumnya, masih terus dilaporkan adanya penambahan kasus positif, sembuh, dan meninggal dunia di Indonesia akibat virus Corona yang menyebabkan Covid-19.

Dilaporkan Tim Satuan Tugas (Satgas) Penananganan Covid-19 pada hari ini, Selasa 5 Juli 2022, ada penambahan 2.577 orang positif Corona.

Total akumulatif hingga kini ada 6.097.928 orang terkonfirmasi positif terinfeksi virus Corona yang menyebabkan Covid-19 di Indonesia.

Penambahan kasus sembuh ada 1.691 orang pada hari ini. Jadi di Indonesia total akumulatif terdapat 5.923.808 pasien sampai kini berhasil sembuh dan dinyatakan negatif Covid-19.

Sementara itu, kasus meninggal dunia pada hari ini bertambah 8 orang. Sampai saat ini total akumulatifnya di Indonesia sebanyak 156.766 orang meninggal dunia akibat virus Corona yang menyebabkan Covid-19.

Data update pasien Covid-19 tersebut tercatat sejak Senin 4 Juli 2022 pukul 12.00 WIB, hingga hari ini, Selasa (5/7/2022) pada jam yang sama.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan pandemi Covid-19 belum berakhir. Banyak negara termasuk Indonesia tengah mengalami peningkatan kasus baru, terutama dari penyebaran virus varian baru Omicron.

"Pandemi belum berakhir, beberapa negara kita lihat dalam 7 hari terakhir ini kasusnya meningkat," kata Airlangga dalam keterangan pers di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin 4 Juli 2022.

Kasus di Amerika Serikat tercatat 106.304, Australia 32.116 kasus dan India 16.065 kasus. Begitu juga dengan negara-negara di Asia Tenggara, Singapura ada 8.266 kasus, Malaysia 2.0384 kasus, Thailand ada 2.278 dan Indonesia 1.939 kasus.

 


Jokowi Minta Vaksinasi Terus Digenjot

Pengumuman! PPKM Diperpanjang hingga Vaksin Booster akan Jadi Syarat Perjalanan
Perbesar
Imbas kenaikan kasus Covid-19 di Indonesia, pemerintah memperpanjang PPKM hingga wajibkan vaksin booster. (pexels/nataliya vaitkevich).

Sementara itu, Presiden RI Joko Widodo atau Jokowi memprediksi puncak kasus Covid-19 akan terlihat di minggu kedua atau ketiga bulan Juli 2022 ini.

Jokowi pada Senin 4 Juli 2022mencatat, kasus Covid-19 di Indonesia bertambah sebanyak 1.614 pada 3 Juli 2022.

"Kita tahu kasus per 3 Juli kemarin ada sebanyak 1.614 kasus dan diprediksi puncak kasusnya akan berada di bulan Juli ini, di minggu kedua atau minggu ketiga," kata Jokowi dalam rapat terbatas Evaluasi PPKM di Istana Kepresidenan Jakarta, dikutip Selasa 5 Juli 2022.

Dengan demikian, Jokowi menyerukan kepada jajarannya untuk meningkatkan capaian vaksinasi booster Covid-19, khususnya di daerah-daerah dengan tingkat interaksi tinggi.

Sejauh ini, capaian vaksinasi booster Covid-19 di Indonesia saat ini baru di angka 24,5 persen.

"Saya kira ini terus kita dorong, saya minta Kapolri, Panglima TNI, dan juga Kemenkes, dan BNPB untuk mendorong terus agar vaksinasi booster bisa dilakukan terutama di kota-kota yang memiliki interaksi antar masyarakatnya tinggi," ujar Jokowi.

Tak hanya itu, Jokowi juga meminta agar terus digencarkan penerapan protokol kesehatan, dan agar pengendalian Covid-19 dipastikan tidak merusak perekonomian nasional.

"Juga perlu kita gaungkan kembali pelaksanaan protokol kesehatan. Ini penting karena kita tidak mau pengendalian Covid-19 ini bisa mengganggu ekonomi kita," pungkasnya.

Infografis Varian B117 Covid-19 Seperti di India Sudah Masuk Indonesia
Perbesar
Infografis Varian B117 Covid-19 Seperti di India Sudah Masuk Indonesia (Liputan6.com/Triyasni)
Lanjutkan Membaca ↓

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya