Dinas SDA DKI Terjunkan 7.800 Petugas Antisipasi Banjir

Oleh Liputan6.com pada 15 Nov 2019, 07:12 WIB
Diperbarui 15 Nov 2019, 08:17 WIB
Antisipasi Banjir, Lumpur Kali Ciliwung Dikeruk

Liputan6.com, Jakarta Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi DKI Jakarta terjunkan 7.800 petugas di berbagau titik daerah rawan banjir. Kepala Dinas SDA Juaini mengatakan jumlah tersebut memiliki tugas berbeda-beda.

"Selain pompa kita juga telah persiapan dengan jumlah tugas sekitar 7.800 petugas," ujar Juaini, Jakarta, Kamis (14/11/2019).

Mitigasi banjir telah dilakukan secara maksimal dan efektif. Petugas siaga banjir, memiliki tugas berbeda yakni menjaga dan memantau pompa, dan membersihkan saluran air. Petugas juga akan siaga di titik-titik yang sudah tergenang banjir.

Selain itu, Juaini menuturkan, upaya mitigasi banjir yang dilakukan Dinas SDA adalah pembentukan sumur resapan. Dikatakan, sudah ada 800 sumur resapan yang dibuat.

"Salah satu upaya kita juga adalah membuat sumur resapan yang slama ini dari Dinas SDA sendiri sudah melakukan pembuatan sumur resapan sekitar 800 unit di beberapa tempat," tukasnya.

Sementara itu Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Subedjo memastikan, pihaknya telah menyiapkan segala persiapan penanggulangan banjir dan meyakini tidak ada dampak buruk dari banjir.

"Dengan upaya SDA mudah-mudahan banjir enggak besar dan masih bisa diatasi. Tapi kami siap untuk kondisi yang paling buruk," kata Subejo.

Ia menuturkan selama musim penghujan, pihaknya telah sosialisasi dan simulasi kepada masyarakat menghadapi banjir. Langkah ini digiatkan sebagai peringatan dini, yang akan mempermudah proses evakuasi jika diperlukan.

Informasi ketinggian air secara aktif disampaikan kepada masyarakat yang berada di 25 titik daerah rawan banjir melalui SMS.

"Misalnya Katulampa siaga 3 atau ketinggian naik diperkirakan 9 jam sampai ke Manggarai, sudah kami peringatkan lewat SMS," kata dia.

 

 

 

 

 

 

2 of 2

Minta Wali Kota Siaga

Ia juga meminta seluruh Wali Kota rutin melakukan apel siap siaga sebagai bentuk kewaspadaan menghadapi banjir. Selain itu, menurutnya, apel siap siaga juga memudahkan masyarakat menuju tempat pengungsian.

"Jadi tahu rawan setinggi mana daerahnya dan mesti ke mana, sudah ada di peta," tandasnya.

"Pemprov usaha semaksimal mungkin kalau banjir dampaknya enggak besar. Mudah-mudahan dengan upaya kami, banjir datang tapi enggak datangkan penderitaan. Inshaallah," ujar Subejo mengakhiri.

Reporter: Yunita Amalia

 

Lanjutkan Membaca ↓