Sejarah Kepangkatan Perwira Tinggi Komandan Brimob dari Era Presiden Soekarno

Oleh Liputan6.com pada 15 Nov 2019, 06:30 WIB
Diperbarui 16 Nov 2019, 14:14 WIB
Atraksi Bela Diri Eskrima Brimob Meriahkan HUT ke-73 Bhayangkara

Liputan6.com, Jakarta - Saat ini pemerintah tengah menggodok jabatan perwira tinggi di tubuh TNI dan Polri. Rencananya, akan ada penambahan posisi bintang tiga. Dari yang sebelumnya dijabat oleh mereka yang berbintang dua, kini akan diisi pangkat bintang tiga.

Penggodokan jabatan perwira tinggi ini diungkapkan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia (MenPANRB) Tjahjo Kumolo.

Salah satu jabatan yang bakal mengalami kenaikan pangkat adalah Komandan Korps (Dankor) Brimob Polri.

Jika sebelumnya Dankor Brimob berpangkat bintang dua alias Irjen, maka ke depan rencananya akan berbintang tiga alias Komjen.

Berdasarkan sejarahnya, kepangkatan Komandan Brimob sejak awal didirikan hingga kini masih terus mengalami kenaikan.

Berikut perubahan pangkat perwira tinggi Komandan Brimob dari era Presiden pertama RI Soekarno hingga Presiden kedelapan Joko Widodo:

 

2 dari 7 halaman

Kombes

Puan Maharani Joget Bareng Prajurit TNI Polri
Anggota TNI - Polri berjoget saat panggung hiburan bertajuk dangdut di Lapangan DPR Senayan, Jakarta, Senin (21/10/2019). Di halaman DPR, digelar agenda dangdutan untuk menghibur aparat keamanan yang berjaga pada saat Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Komandan Korps Brimob sempat berpangkat Kombes di era Presiden RI-1 Soekarno. Komandan Brimob berpangkat Kombes dijabat dari 1945 sampai 1965.

Komandan Korps Brimob pertama diemban oleh Kombes Pol Soemarto (1945-1950). Kemudian dilanjutkan oleh Kombes Pol Mohammad Jasin (1950-1959), Kombes Pol Soetjipto Joedodihardjo (19591963) dan Kombes Pol Soetjipto Danoekoesoemo (19631965).

Soetjipto Danoekoesoemo menjadi Komandan Korps Brimob terakhir yang berpangkat Kombes. Jabatannya kemudian diisi Komandan Brimob berpangkat Brigjen dari tahun 1965 hingga 2002.

 

3 dari 7 halaman

Brigjen

Sebanyak 1.500 personel gabungan dari TNI, Polri, Satpol PP, Dishub hingga BPBD siap berjaga jelang pelantikan presiden dan wakil presiden
Sebanyak 1.500 personel gabungan dari TNI, Polri, Satpol PP, Dishub hingga BPBD siap berjaga jelang pelantikan presiden dan wakil presiden (Liputan6.com/Yandhi Deslatama)

Kenaikan pangkat Komandan Korps Brimob dari Kombes menjadi Brigjen mulai dilakukan pada 1965, di era akhir kepemimpinan Presiden Soekarno.

Posisi Komandan Korps Brimob dijabat oleh Brigjen Pol Daryono Wasito (1965-1972). Kemudian di era Soeharto, Komandan Brimob masih berpangkat Brigjen.

Setelah Brigjen Pol Daryono Wasito, posisi Komandan Brimob dijabat oleh Brigjen Pol Benny Hassan (1973-1974). Setelah itu Brigjen Pol K.E. Lumi (19751978), Brimob Brigjen Pol K.E. Lumi, Brigjen Pol Yusuf Chusen Saputra (1981-1982), dan Brigjen Pol Soetrisno Ilham (1982-1983).

Kemudian Brigjen Pol R Soekardi (1983-1986), Brigjen Pol Drs Sutiyono (1993-1998), Brigjen Pol Drs Sylvanus Yulian Wenas (1998-1999), Brigjen Pol Firman Gani (1999-2000), Brigjen Pol Nurudin Usman (2000-2001), dan Brigjen Pol Jusuf Manggabarani (2001-2002).

 

4 dari 7 halaman

Kolonel

Apel Pengamanan Pelantikan Presiden
Aparat gabungan TNI-Polri mengikuti apel bersama terkait operasi pengamanan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih di Silang Monas, Jakarta, Kamis (17/10/2019). Selain melibatkan pasukan TNI dan Polri, apel turut diikuti Satpol PP, Damkar DKI, hingga tenaga medis. (merdeka.com/Imam Buhori)

Meski demikian, di era Presiden Soeharto, jabatan Komandan Brimob juga beberapa kali ditempati oleh perwira polisi berpangkat Kolonel.

Komandan Brimob yang berpangkat Kolonel yakni Kolonel Pol Anton Soedjarwo (1974-1975), Kolonel Pol Sadiman (1978-1981), Kolonel Pol Pranoto (1986-1989), Kolonel Pol R Suprapto (1989-1990), dan Kolonel Pol Fachrie (1990-1993).

 

5 dari 7 halaman

Irjen

Apel Pengamanan Pelantikan Presiden
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian memeriksa pasukan seusai apel pasukan TNI-Polri untuk pengamanan menjelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih di Silang Monas, Jakarta, Kamis (17/10/2019). (merdeka.com/Imam Buhori)

Pangkat Komandan Brimob kembali berubah dari 2002 hingga 2019 atau dari era kepemimpinan Presiden kelima RI Megawati Soekarno Putri hingga Presiden kedelapan RI Joko Widodo.

Pada 2002, pangkat Komandan Brimob dinaikan dari Brigjen menjadi Irjen.

Komandan Brimob berpangkat Irjen yang pertama, yakni Irjen Pol Drs SY Wenas (2002-2009). Kemudian Irjen Pol Drs Imam Sudjarwo (2009-2010), Irjen Pol Drs Syafei Aksal (2010-2012), dan Irjen Pol Drs Unggung Cahyono (2012-2013).

Selanjutnya dijabat oleh Irjen Pol Drs M Rum Murkal (2013-2014), Irjen Pol Drs Robby Kaligis (2014-2016), Irjen Pol Drs Murad Ismail (2016-2018), Irjen Pol Drs Rudy Sufahriadi (2018-2019), Irjen Pol Drs Ilham Salahudin (2019) dan Irjen Pol Drs Anang Revandoko (2019-Sekarang).

 

6 dari 7 halaman

Komjen

Apel Pengamanan Pelantikan Presiden
Anggota Polri dan prajurit TNI mengikuti apel bersama untuk pengamanan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih di Silang Monas, Jakarta, Kamis (17/10/2019). Sebanyak 31 ribu personel gabungan TNI-Polri akan diterjunkan untuk mengamankan pelantikan pada 20 Oktober. (merdeka.com/Imam Buhori)

Di periode kedua kepemimpinan Presiden Jokowi, rencananya pangkat Komandan Brimob bakal dinaikan satu tingkat dari Irjen menjadi Komjen.

Hal itu diakui Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia (MenPANRB) Tjahjo Kumolo.

Dia mengaku tengah menggodok jabatan perwira tinggi di tubuh TNI dan Polri. Menurutnya, akan ada penambahan posisi bintang tiga. Dari yang sebelumnya dijabat oleh mereka yang berbintang dua, kini akan diisi pangkat bintang tiga.

Untuk di Kepolisian, posisi dipertimbangkan untuk dijabat satu tingkat lebih tinggi adalah Korps Brimob. Sebab Brimob akan ada penambahan anggota yang awalnya 48 ribu menjadi 60 ribu personel,

"Itu kalau dipimpin bintang 2 kan tidak pas, harus bintang 3," jelas Tjahjo saat ditemui saat panel Forkopimda Kemendagri di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Rabu, 13 November 2019.

 

Reporter : Fellyanda Suci Agiesta

Sumber : Merdeka

7 dari 7 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓