Pemprov DKI Sediakan 29 Varian Menu Makanan Untuk Pelajar

Oleh stella maris pada 12 Nov 2019, 11:15 WIB
Diperbarui 12 Nov 2019, 11:15 WIB
PMTAS

Liputan6.com, Jakarta Salah satu faktor yang mempengaruhi kemampuan belajar anak adalah kecukupan gizi. Ya, kecukupan gizi dalam jangka panjang berpengaruh pada sumber daya manusia di generasi mendatang.

Oleh karena itu Pemprov DKI Jakarta menyediakan makanan tambahan bagi anak sekolah melalui program Penyediaan Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMTAS) yang diberikan setiap hari sekolah, pada Senin hingga Jumat. 

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan pelaksanaan program PMTAS bertujuan agar anak-anak sejak usia dini, mendapatkan asupan makanan sehat dan bergizi tinggi. Ada 29 varian menu yang disediakan program PMTAS, beberapa diantaranya, nasi goreng, telur, sayur sop daging, sandwich telur, roti, jeruk, susu UHT, dan lain-lain.

Dengan harga paket makanan senilai Rp10.890 per anak. "Sehingga, pertumbuhan jasmani dan intelektualitasnya diharapkan tumbuh dengan baik," ujar Anies saat mengunjungi sekolah dasar penerima program PMTAS beberapa waktu lalu.

Kepala Seksi Peserta Didik dan Pembangunan Karakter Dinas Pendidikan DKI Jakarta Ida Nurbani mengatakan bahwa sekolah dan komite bebas memilih menu. "Bebas memilih menu sesuai dengan kemampuan komite dalam meyediakan menu-menu tersebut."

Pelaksanaan program ini mengacu pada Pergub Nomor 9 tahun 2018 tentang Penyediaan Makanan Tambahan Anak Sekolah pada Satuan Pendidikan. Dengan anggaran sebesar Rp324 miliar, program ini di 2019 telah dirasakan oleh 144.722 peserta didik.

Sejak diluncurkan tahun lalu, 459 sekolah menerima program PMTAS. Sekolah yang tersebar di 53 kelurahan tersebut terdiri atas 25 sekolah Taman Kanak-kanak (TK), 375 Sekolah Dasar (SD) Negeri, dan sembilan Sekolah Luar Biasa (SLB).

Ditinjau persebarannya, SDN dalam program PMTAS berada di Jakarta Utara (54), Jakarta Barat (134), Jakarta Pusat (52), Jakarta Timur (61), Jakarta Selatan (71), dan Kepulauan Seribu (3).

Kristina (39), orang tua siswa Sekolah Dasar (SD) Negeri Johar Baru, Jakarta Pusat, menyambut baik program penyediaan makanan tambahan ini.

"Ini bagus, untuk kelengkapan gizi anak. Begini, kadang kalau di rumah disediakan makanan, kerap tidak dimakan oleh anak-anak. Nah, berbeda kalau di sekolah, itu biasanya pasti dimakan. Mungkin karena makan bersama teman-teman juga," ujar Kristina.

 

(*)