Menpora Apresiasi Liga HW Muhamadiyah 2019 Sebagai Pembinaan Pemain Muda

Oleh Reza pada 11 Nov 2019, 10:58 WIB
Menpora

Liputan6.com, Jakarta Menpora Zainudin Amali mengapresiasi kepada Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah yang mendorong kegiatan-kegiatan positif seperti Liga Hizbul Wathan (HW) 2019. Menurut Menpora pemerintah sangat serius mendorong perkembangan prestasi olahraga khususnya olahraga.

"Pemerintah mendorong agar pemuda sukses berwiraswasta, mendorong lahirnya pemuda yang kreatif, inovatif, memiliki daya saing dan sepakbola ini menjadi salah satu tempat persemaian untuk talenta-talenta olahraga," kata Menpora saat membuka Liga Hizbul Wathan (HW) 2019 di Stadion Universitas Muhamadiyah, Jakarta, Minggu (10/11) sore.

Menpora berharap para juara dari Liga HW ini selain masuk ke Liga III juga bisa masuk Liga Utama Sepakbola Nasional. "Saya mohon teruskan untuk membina kejuaraan ini terutama talenta-talenta mudanya," harapnya.

"Para suporter tidak perlu saling ricuh dan anarkis contohnya liga-liga Eropa yang damai dipinggir lapangan meski mendukung tim berbeda dan yel-yel yang berbeda, terlebih ini membawa nama besar Muhamadiyah tunjukkan bahwa kompetisi di lingkungan Muhamadiyah berbeda dengan kompetisi-kompetisi di tempat lain, selamat bertanding," harap Menpora lagi.

Ketua Umum Pusat Pemuda Muhamadiyah Sunanto menyampaikan Liga HW adalah sumbangsih Muhamadiyah terhadap persepakbolaan nasional. "Harapan kami Liga HW ini sebagai tempat akomodasi dan menampung potensi kader Muhamadiyah yang mau aktif di sepakbola," kata Sunanto.

Liga HW ini diadakan di empat zona untuk menyambut Muktamar Muhamadiyah ke-48 di Solo, Jawa Tengah. Liga HW zona I ini diikuti 10 tim, zona II di Jawa Tengah, zona III Jawa Timur dan zona IV Yogyakarta. "Liga HW tidak hanya soal fisik tapi juga soal mental, rohani dan dakwah Muhamadiyah dalam mensyiarkan Islam lewat sepakbola," tutur Sunanto.

Turut mendampingi Menpora Plt. Deputi Peningkatan Prestasi Olahraga Yuni Poerwanti dan Staf Ahli Hukum Olahraga Samsudin, hadir pula Kapolda Metro Jakarta Gatot Eddy Pramono.

 

(*)