Empat Pesan Hendropriyono pada Peringatan Hari Pahlawan

Oleh Yanuar H pada 11 Nov 2019, 03:03 WIB
Diperbarui 11 Nov 2019, 03:03 WIB
hendro
Perbesar
Memperingati Hari Pahlawan 10 November 2019 Menhan Prabowo Subianto dan Mantan Ketua BIN Hendropriyono meresmikan patung Panglima Besar Jenderal Sudirman di Turusan, Banyuraden, Gamping, Sleman, DIY Minggu (10/11/2019). (Foto: Liputan6.com/Yanuar H)

Liputan6.com, Sleman - Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), AM Hendropriyono menyampaikan, empat pesan saat memperingati Hari Pahlawan di Sleman, Yogyakarta, Minggu 10 November 2019. Menurut Hendropriyono, empat hal ini penting bagi perkembangan bangsa Indonesia.

"Pertama jangan menganiaya tentara, jangan bunuh secara politik seperti yang terjadi terhadap Wiranto," kata Hendropriyono usai peresmian Patung Panglima Besar Jenderal Besar Sudirman di Turusan Banyuraden, Gamping, Sleman DIY Minggu 10 November 2019.

Hendropriyono mengatakan, penganiayaan kepada tentara merupakan ancaman yang berbahaya. Peristiwa penganiayaan hingga pembunuhan tentara ini sudah terjadi.

"Kita sudah mengalami peristiwa 7 pahlawan revolusi dibunuh kemudian tentara tidak terima. PKI dipenjarakan habis habisan," katanya.

Hendropriyono pun berharap, peristiwa yang menimpa Wiranto dan tentara lainnya tidak terulang di kemudian hari.

"Kalau terjadi penganiayaan lagi terhadap prajurit. Saya khawatir pelaku menggali lubang kuburnya sendiri. Saya sebagai orang tua ingatkan lagi," katanya.

Hendropriyono mengatakan, pesan kedua dari para pendahulu dan sesepuh bangsa adalah menjaga dan memegang teguh jati diri bangsa Indonesia. Seperti ajaran moral yang diajarkan oleh para leluhur dan pendiri bangsa.

"Ajaran moral yang tinggi dari orang tua kita. Kita tidak bisa memaki. Bicaralah dengan santun. Itu tidak ada ajaran moral kita," katanya.

Hendropriyono mengingatkan, pesan ketiga para sesepuh bangsa agar selalu disiplin. Hal ini demi kemajuan bangsa Indonesia.

"Bisa mengadakan demo tapi tetap disiplin. Kalo demo mengacau itu kerugian sangat besar. Berapa itu kerugiannya," katanya.

Pesan terakhir dari para sesepuh bangsa saat ini melawan radikalisme. Sebagai bangsa yang besar, seharusnya masyarakat Indonesia paham bahaya radikalisme.

"Jangan mudah disesatkan orang lain yang membuat keadaan kita makin susah," katanya.

Ia berharap empat pesan dari para pendahulu bangsa ini dapat diserap dan dimengerti oleh generasi muda. Semua pesan ini secara tersirat dan tersurat terlihat dari tokoh pahlawan Jenderal Sudirman yang berjuang demi bangsa.

"Jadikan ini (patung Jenderal Sudirman di Gamping) jadi tempat pembelajaran bagi para milenial," katanya.

2 dari 2 halaman

Simak video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓