Ma'ruf Amin Ingatkan Ancaman Virus Diskonten, Apa Itu?

Oleh Liputan6.com pada 09 Nov 2019, 07:31 WIB
Ma'ruf Amin

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin mengatakan, masyarakat harus mengantisipasi gejala yang dihadapi beberapa negara. Salah satunya yaitu virus diskonten atau virus ketidakpuasan masyarakat hingga memicu gelombang mengganggu stabilitas negara.

"Virus diskonten ini virus ketidakpuasan masyarakat yang bisa memicu keadaan yang tidak stabil," kata Ma'ruf di hadapan peserta SESPIMTI Polri Dikreg ke-28 tahun 2019 di The Opus Grand Ballroom The Tribrata, Jakarta Selatan, Jumat (8/11/2019).

Dia mengatakan, saat ini di Chile sedang terkena virus diskonten. Menurut dia, masalah yang timbul yaitu lantaran kenaikan harga transportasi umum.

"Kemungkinan memicu terjadinya gelombang masyarakat ya bahkan ketika terjadi reshuffle kabinet itu juga tidak menyelesaikan masalah," ungkap Ma'ruf.

Dia mengatakan, akibat virus tersebut pun agenda sidang APEC batal dilaksanakan di Chile. Menurut dia, hal itu juga membuatnya batal menghadiri sidang tersebut.

"Karena situasi dalam negeri Chile akibat adanya virus diskonten," kata Ma'ruf Amin.

Tidak hanya di Chile yang terserang virus diskonten. Hongkong kata dia juga terindikasi karena masalah Hak Asasi Manusia (HAM) yang sampai saat ini belum terselesaikan hingga berujung ke masalah ekonomi.

"Bahkan banyak perusahaan yang di relokasi, dari Hongkong ke berbagai negara. Walaupun tidak sampai ke Indonesia tapi ke negara-negara lain," ungkap Ma'ruf.

Sebab itu kata dia, virus diskonten harus diwaspadai agar tidak terjadi seperti di Chile, Hongkong, dan Libanon.

"Sehingga kita bisa menjaga stabilitas bangsa dan negara yang mudah-mudahan bisa mencapai Indonesia maju, Indonesia yang lebih sejahtera, Indonesia yang memberikan keamanan dan kenyamanan," kata Ma'ruf.

 

2 of 3

Jaga Komitmen

Ma'ruf Amin juga berpesan agar tetap menjaga komitmen bersama. Jangan sampai kata dia, ada upaya untuk keluar dari mekanisme yang ada.

"Baik itu dakwah, aspirasi politik, kepentingan apapun harus berada di dalam komitmen kebangsaan dan kesepakatan tentang mekanisme yang harus disampaikan secara konstitusional," kata Ma'ruf.

Kemudian kata dia, pentingnya untuk melakukan penguatan kerukunan nasional. Sebab, kerukunan nasional unsur utama terjadinya stabilitas nasional. Ada empat bingkai kerukunan kata dia yang harus diperkuat.

"Pertama bingkai politis, yaitu tentang empat pilar tadi. Tidak hanya kita selesaikan secara legal formal tapi juga harus terimplementasikan di dalam kehidupan masyarakat," kata Ma'ruf.

Yang kedua, kata dia yaitu bingkai yuridis. Bingkai yuridis menurut dia, yaitu aturan-aturan regulasi yang harus dibuat dalam menjaga dan mengawal kerukunan nasional. Kemudian, ketiga yaitu bingkaisosiologi.

"Bingkai kemasyarakatan yang saya maksud adalah bingkai kearifan lokal. Ternyata banyak sekali kearifan lokal yang bisa menyelesaikan persoalan terjadinya konflik, mencegah konflik yang tidak bisa diselesaikan secara politis maupun secara yuridis," ungkap Ma'ruf.

Kemudian terakhir kata dia yaitu bingkai teologis. Menurut Ma'ruf bingkai pemahaman keagamaan yang harus di bangun adalah teologi kerukunan.

"Teologi kerukunan bukan hanya mengajarkan supaya kita hidup berdampingan secara damai tapi lebih dari itu, itu mengajarkan kita untuk saling menyayangi, saling mencintai, saling menbantu, saling menolong. Jadi lebih dari sekedar hidup berdampingan secara damai," ungkap Ma'ruf.

Diketahui dalam acara tersebut hadir Kapolri Jenderal Idham Azis, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. Serta dihadiri 50 peserta dari Polri, 4 peserta dari TNI AU, 4 Peserta dari TNI AL dan 4 Peserta dari TNI AD.

Reporter: Intan Umbari Prihatin

Sumber: Merdeka

3 of 3

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait