Pacitan Diguncang Gempa, Bukti Sesar Grindulu Masih Aktif

Oleh Muhammad Ali pada 08 Nov 2019, 09:22 WIB
Ilustrasi gempa bumi

 

Liputan6.com, Jakarta - Gempa magnitudo 3,1 terjadi di wilayah Kabupaten Pacitan dan sekitarnya. Gempa tektonik itu terjadi Kamis malam, 7 November 2019, pukul 21.27.14 WIB.

Hasil analisis BMKG, episenter gempa terletak pada koordinat -8,23 LS dan 111,13 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 4 km arah tenggara Kota Pacitan pada kedalaman 11 km.

"Dampak gempa tadi malam menunjukkan guncangan dirasakan di wilayah Pacitan, Kebon Agung, Tamperan, dalam skala Intensitas II-III MMI, yaitu guncangan dirasakan nyata dalam rumah, seakan-akan ada truk yang sedang berlalu. Karena guncangannya dirasakan yang cukup kuat beberapa warga sempat berlarian keluar rumah," ujar Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG Daryono kepada Liputan6.com, Jakarta, Jumat (8/11/2019).

Ditinjau dari lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa yang terjadi merupakan jenis gempa kerak dangkal (shallow crustal earthquake) akibat aktivitas sesar aktif.

Melihat lokasi episenternya diduga kuat bahwa pembangkit gempa ini adalah Sesar Grindulu. Sesar ini terbentuk pada zaman kwarter yang berorientasi timurlaut-baratdaya.

"Mekanisme sumber gempa ini adalah sesar geser (strike slip) dengan arah timurlaut-baratdaya. Ini sesuai dengan karakteristik Sesar Grindulu yang memang merupakan sesar geser," ujar dia.

Dalam beberapa literatur hasil kajian, jalur Sesar Grindulu melintasi 5 kecamatan, yakni Kecamatan Bandar, Nawangan, Unung, Arjosari, serta Donorojo. Sesar mayor sendiri memiliki sesar-sesar minor yang tersebar di beberapa Kecamatan di Kabupaten Pacitan.

"Beberapa ahli menduga Sesar Grindulu yang membelah Kabupaten Pacitan ini strukturnya mencapai lereng Gunung Wilis di Kabupaten Ponorogo," ujar dia.

Hasil monitoring BMKG hingga Jumat pagi (8/11) pukul 8.00 WIB belum ada aktivitas gempa susulan. Kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang.

"Hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak gempa tersebut," ujar Daryono.

Meskipun Gempa ini tidak terlalu berdampak, tetapi gempa dengan pusat di daratan Pacitan menjadi bukti penanda bahwa struktur Sesar Grindulu masih aktif sehingga patut untuk diwaspadai.

 

2 of 3

Belum Terpetakan

Gempa Hari Ini di NTB dan NTT Tidak Berpotensi Tsunami
Hari ini, Jumat, 30 Desember 2016, gempa guncang Nusa Tenggara Timur, dan Nusa Tenggara Barat. (Ilustrasi Gempa: cdn.abclocal.go.com)

Sayangnya, seluruh jalur sesar ini belum dipetakan secara rinci, sehingga dengan kejadian gempa tadi malam penting tampaknya menjadi momen penting untuk melakukan identifikasi Sesar Grindulu secara lebih komprehensif.

Jika perlu ada kajian sejarah kegempaan purba (paleoseismologi) yang terekam dalam lapisan batuan yang berusia ribuan tahun sepanjang Sungai Grindulu barangkali dapat membantu memberikan petunjuk mengungkap periodisitas gempa kuat yang pernah terjadi dipicu struktur sesar ini pada masa lalu.

"Kajian perlu dilakukan agar jangan sampai Sesar Grindulu kecolongan seperti Sesar Opak di Yogyakarta yang ternyata aktif kembali memicu peristiwa gempa besar pada 27 Mei 2006," ucap dia.

Wilayah Kabupaten Pacitan memang termasuk salah satu kawasan paling rawan gempa tektonik di Jawa Timur. Pacitan masuk kategori risiko tinggi karena berhadapan dengan zona Megathrust selatan Jawa dan juga terletak di jalur Sesar Grindulu.

"Sehingga penting dilakukan kajian bahaya dan risiko gempa di wilayah ini," ujar dia.

3 of 3

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓