Sandiaga Berharap Polemik JPO Tanpa Atap Tak Memecah Belah Warga DKI

Oleh Liputan6.com pada 08 Nov 2019, 06:01 WIB
Diperbarui 08 Nov 2019, 06:01 WIB
Sandiaga Uno - Erick Thohir Tampil Akrab di Young Penting Indonesia

Liputan6.com, Jakarta - Kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mencopot atap jembatan penyeberangan orang (JPO) di Jalan Sudirman menuai pro dan kontra. Sebagian setuju dengan alasan keindahan, namun tak sedikit yang keberatan karena tidak bisa melindungi dari panas dan hujan.

Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menilai wajar, pencopotan atap JPO menjadi polemik di tengah masyarakat. Dia berharap, apapun kebijakan Pemprov DKI Jakarta tidak sampai memecah belah warganya.

"Ini pasti ada yang pro ada yang kontra, saya ngajak juga jangan kita menggunakan satu kebijakan yang sudah diambil ini untuk menjadikan kita terpecah belah," ujar Sandiaga saat ditemui di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta, Kamis (7/11/2019).

Menurutnya, keputusan Pemprov DKI melepas atap JPO tentu sudah berdasarkan aspirasi masyarakat. Pemprov DKI diyakiini telah melihat respons dari data-data yang dikumpulkan lewat Citizen Mechanism Reporting (CMR).

"Mungkin ada keinginan dari sebagian masyarakat yang (ingin JPO) terbuka, untuk lebih jadi instagramable place, ada juga yang merasa panas atau hujan, jadi ini yang harus ditampung, ujung-ujungnya pemerintah harus mendengar aspirasi masyarakat," kata Sandiaga.

 

2 dari 3 halaman

Ikuti Prabowo dan Jokowi

Tawa Jokowi dan Prabowo di Istana Merdeka
Presiden Joko Widodo tertawa saat menerima Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (11/10/2019). Dalam pertemuan tersebut mereka membahas permasalahan bangsa dan koalisi. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sandiaga tidak dalam posisi setuju atau tidak soal pencopotan atap JPO. Yang penting, dia mengimbau masyarakat tidak terpecah belah karena sikap pro dan kontra.

"Kita punya agenda luar biasa besarnya, baru selesai Pilpres, jangan masalah-masalah di DKI malah jadi mempolarisasi lagi, jangan ini kubu Pak Anies, ini kubu anti-Pak Anies," ujar eks cawapres Prabowo Subianto itu.

Sandi kemudian mencontohkan Prabowo yang sudah bersatu dengan rivalnya di Pilpres 2019, Joko Widodo. Dia ingin masyarakat mengikuti hal itu agar bisa kompak membangun negara.

"Pak Prabowo sudah bergabung dengan Pak Presiden Jokowi, kita punya waktu jeda lima tahun, kita jeda untuk siklus politik kita apalagi di nasional dan akar rumput kita gunakan untuk berkolaborasi membangun bangsa sama sama sehingga Indonesia bisa maju," pungkasnya.

 

Reporter: Muhammad Genantan Saputra

Sumber: Merdeka.com

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓