Mahfud Md Minta Masyarakat Ikut Manfaatkan Teknologi Berantas Terorisme

Oleh Putu Merta Surya Putra pada 07 Nov 2019, 12:34 WIB
Diperbarui 07 Nov 2019, 12:34 WIB
Mahfud MD

Liputan6.com, Jakarta - Menko Polhukam Mahfud Md mengatakan, perkembangan teknologi di dunia dimanfaatkan teroris untuk memperkuat jaringannya, terutama dalam kekuatan finansial.

Oleh karena itu, dia meminta semua pihak untuk dapat mencegah tumbuhnya jaringan teroris dengan memanfaatkan kemajuan teknologi. Hal ini ini disampaikannya saat menghadiri Konferensi Internasional dengan tema No Money For Terror do Melbourne, Australia.

"Dalam pidato sebagai Menko Polhukam, saya menekankan bahwa sekarang ini dunia teknologi informasi dan komunikasi memudahkan orang di selurub dunia melakukan transaksi keuangan melalui internet. Hal ini memang menolong umat manusia untuk lebih mudah menyelesaikan urusan-urusan keuangannya, termasuk cara berbisnis secara instan," kata Mahfud saat dihubungi, Kamis (7/11/2019).

"Tetapi, pada saat yang sama kemajuan IT itu sering juga digunakan oleh kelompok teroris untuk kegiatan terorisme," lanjut dia.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini juga menerangkan, banyak teroris memanfaatkan ini untuk transfer uang guna jual beli senjata secara ilegal.

"Pelatihan militer serta untuk kelompok teroris dan lain-lain. Itu semua dibungkus melalui transaksi bisnis atau pengiriman uang melalui kegiatan dagang secara terpecah-pecah," ungkap Mahfud.

2 dari 3 halaman

Transaksi Finansial Kaum Teroris

Mahfud MD di Kediri
Mantan Ketua MK, Mahfud MD Usai Mengikuti Seminar Nasional Bertema Quo Vadis Demokrasi pasca-Pemilu 2019 Tinjuan Filsofis Sosiologis dan Yuridis di Universitas Islam Kadiri, Minggu (14/07/2019).

Dia menyebut, bahwa ancaman transaksi finansial ini dihadapi hampir seluruh dunia. Karena itu, sekarang sudah waktunya untuk bertindak mencegah semua itu terjadi.

"Seluruh dunia menghadapi ancaman transaksi finansial kaum teroris yang seperti ini. Itulah sebabnya, kita harus bertindak dengan fokus no money for terror," pungkasnya.

Diketahui acara ini diikuti oleh 77 negara dari lima benua. Ada juga utusan dari PBB yang menangani masalah-masalah teror yang bersifat lintas negara.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓