Sukses

AHY Sampaikan Duka Meninggalnya Alfin Lestaluhu dan Afridza Munandar

AHY menyampaikan duka cita atas meninggalnya atlet muda Indonesia yang terjadi berturut-turut.

Liputan6.com, Jakarta - Putra Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyampaikan duka cita terhadap meninggalnya pemain sepakbola Timnas U-16 Alfin Lestaluhu dan pembalap motor Afridza Munandar.

Ucapan tersebut disampaikan Wakil Ketua Umum Partai Demokrat itu melalui akun instagram resminya @agusyudhoyono, Senin (4/11/2019).

Dalam postingannya tersebut, AHY memasang gambar Alfin dan Afridza dalam warna hitam putih.

AHY sampaikan duka cita atas meninggalnya Afridza Munandar dan Alfin Lestaluhu (foto: akun instagram Agus Yudhoyono)

"Dua hari berturut-turut, kita kehilangan atlit muda. Turut berdukacita atas wafatnya pemain sepakbola Timnas U-16 Alfin Lestaluhu (15 th) setelah dirawat di Jakarta (1/11) dan pembalap motor Afridza Munandar (20 th) akibat kecelakaan saat berlomba di Sirkuit Sepang, Malaysia (2/11)," tulis AHY dalam postingan di akun instagramnya.

AHY mengatakan, walaupun merasa kehilangan, dia bangga atas prestasi Alfin Lestaluhu dan Afridza Munandar tersebut.

"Kita doakan semoga mereka berdua diterima di sisi-Nya. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan. "Semoga kita semua diberi kesehatan dan dilindungi Allah SWT, Tuhan YME," tulis AHY.

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 3 halaman

Keluarga Saksikan Balap Terakhir Afridza

Kabar meninggalnya Afridza Munandar, pembalap motor muda Indonesia dalam kecelakaan di ajang balapan Asia Talent Cup (ATC) di Sirkuit Sepang, Malaysia mengejutkan keluarga di Tanah Air.

Saat itu, keluarga Afridza di Tasikmalaya, Jawa Barat tengah berkumpul di rumah neneknya untuk nonton bareng aksi pembalap berusia 20 tahun itu melalui layar kaca. Namun antusiasme keluarga menyaksikan kelihaian Afridza menunggangi kuda besi berujung duka.

Rally Topasandi (38), paman Afridza menyebut bahwa sejak Sabtu 2 Oktober sore, seluruh keluarga dan kerabat berkumpul untuk nonton bareng di Perum Tamansari Indah, Kelurahan Kersamenek, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya.

"Saat balapan dimulai, seluruhnya langsung fokus menonton televisi. Tetapi belum sampai 3/4 putaran sudah ada bendera merah karena ada crash di tikungan, namun saat itu kan kamera masih fokus pada rombongan balapan," ujarnya, Minggu (3/10/2019).

Saat itu, kata Rally, keluarga dan kerabat sempat khawatir dengan kondisi Afridza yang menjadi salah satu peserta balapan. Setelah menelusuri informasi dari berbagai sumber di internet, diketahui balapan dihentikan karena Afridza kecelakaan.

Keluarga ingin memastikan kembali informasi tentang kecelakaan Afridza dengan menelusuri cuplikan tayangan di kanal Youtube. Dalam satu tayangan, Rally hanya melihat mobil ambulans dan helikopter, sementara motor nomor 4 yang ditunggangi Afridza tidak tampak.

"Lalu kami menerima informasi bahwa Afridza menjadi korban kecelakaan dan dievakuasi menggunakan helikopter. Kami langsung berdoa namun terus mencari informasi bagaimana keadaannya terkini," katanya.

Beberapa saat setelah itu, pihak keluarga menerima telepon dari manajemen tempat Afridza bernaung. Keluarga menerima kabar bahwa Afridza sedang dalam perjalanan menuju rumah sakit.

Namun tidak lama kemudian, keluarga kembali mendapat panggilan telepon dari manajemen menyampaikan bahwa Afridza telah meninggal dunia.

3 dari 3 halaman

Haru Pemakaman Alfin Lestaluhu

Suasana duka mendalam menyelimuti pemakaman bek Timnas Indonesia U-16 Alfin Lestaluhu di Desa Tulehu, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, Jumat (1/11/2019).

Alfin Lestaluhu meninggal dunia akibat infeksi otak, Kamis (31/11/2019). Tempat pemakaman umum (TPU) Kampung Baru, Desa Tulehu, menjadi peristirahatan terakhirnya. Prosesi berlangsung sekitar pukul 14.20 WIT.

Rasa sedih tak kuasa ditahan oleh keluarga, kerabat, dan teman seangkatan almarhum saat bersekolah di SD Negeri 2 Tulehu dan Madrasah Tsanawiyah (Mts) 5 Salahutu, juga kawan-kawannya semasa masih bergabung di Sekolah Sepak Bola (SSB) Maehanu Tulehu.

Mereka menangisi kepergian atlet muda yang baru memulai setahun karirenya di sepak bola nasional dan turut mengharumkan nama bangsa dengan memperkuat Timnas Indonesia U-16.

Seorang sahabat yang sangat dekat dengan mendiang Alfin, tak bisa menahan rasa sedihnya yang mendalam. Antara melaporkan, dia menangis keras begitu usai menaburkan bunga di atas makam kawan karibnya itu.

Sementara kedua orang tua almarhum, Erwin Lestaluhu (34) dan Eka Lestaluhu (33) juga tak kalah sedih dan kehilangan. Mereka terus bercucuran air mata dan tak sanggup untuk berkata-kata.

Alfin Lestaluhu yang merupakan anak sulung dari empat bersaudara memang dikenal sopan, ramah dan taat beribadah. Ia juga mudah bergaul dengan siapa saja dan tidak segan untuk menyapa seseorang terlebih dulu.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.