Sambut Pilkada 2020, PKS Siap Buka Pintu Koalisi dengan Nasdem

Oleh Muhammad Radityo Priyasmoro pada 30 Okt 2019, 22:32 WIB
Diperbarui 01 Nov 2019, 09:15 WIB
Sandiaga Uno Dampingi Prabowo Subianto di Pilpres 2019

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Sohibul Iman mengaku, pertemuannya dengan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh, sebagai tahap penjajakan.

Sohibul menyebut, pihaknya akan terus membuka ruang diskusi dan komunikasi dengan Nasdem. Ia berharap, komunikasi tersebut akan menghasilkan konsolidasi untuk Pilkada 2020 mendatang.

"Nanti kita akan komunikasi, nah dari komunikasi itu mungkin nanti ada peluang untuk kita bekerja sama, misal di Pilkada gitu. Tapi itu belum kami bicarakan hari ini," ungkap Sohibul di Kantor DPP PKS, Jakarta, Rabu (30/10/2019).

Sohibul melanjutkan, tidak ada pembicaraan khusus mengenai sikap politik kedua partai. Menurutnya, masih terlalu jauh mengaitkan PKS bakal berkoalisi dengan Nasdem pada Pilpres 2024.

"Kita belum berbicara tentang bagaimana langkah selanjutnya apalagi berbicara pilpres. Tadi adalah menyamakan persepsi tentang bangsa, tentang berbagai persoalan negeri, jadi baru membangun kesepahaman," jelas dia.

Karenanya dia meminta kepada semua pihak untuk tidak langsung menyimpulkan apapun dari pertemuan petinggi PKS dan Nasdem.

"Ini proses politik yang merupakan proses awal. Tujuannya satu saja membangun kesepahaman," kata Sohibul.

2 of 3

Tiga Kesepahaman Politik

Pertemuan Petinggi Partai Nasdem dan PKS
Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh Tampak Berpelukan dengan Presiden PKS, Sohibul Iman. Kedua Partai Tersebut Menggelar Pertemuan di Kantor DPP PKS, Jakarta, Rabu (30/10/2019). (Foto: Merdeka.com)

Dalam pertemuan yang berlangsung selama satu jam ini, kedua partai politik tersebut mendeklarasikan tiga kesepahaman politik.

"Kedua partai bertemu dalam rangka silaturahim kebangsaan dan saling menjajaki untuk menyamakan pandangan tentang kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara dewasa ini," ucap Sekjen Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mustafa Kamal.

Berikut kesepahaman politik Partai Nasdem dengan PKS :

1. Saling menghormati sikap konstitusional dan pilihan politik masing-masing partai. Partai Nasdem menghormati sikap dan pilihan politik PKS untuk berjuang membangun bangsa dan negara dari luar pemerintahan.

Di saat yang sama, PKS juga menghormati sikap dan pilihan politik Nasdem yang berjuang di dalam pemerintahan. Perbedaan sikap politik kedua partai tersebut tidak menjadi penghalang bagi Nasdem dan PKS untuk berjuang bersama-sama menjaga demokrasi agar tetap sehat dengan memperkuat fungsi checks and balances di DPR RI.

Demokrasi yang sehat itu penting, untuk mengatasi tantangan-tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia baik di bidang politik, ekonomi, keagamaan, pendidikan, kesehatan, budaya dan Iainnya.

2. Senantiasa menjaga kedaulatan NKRI dengan menjalankan nilai-nilai Pancasila dan UUD NKRI Tahun 1945 dengan baik dan benar, keluhuran akhlak dan keteladanan para elit sebagai dasar-dasar kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Serta tidak memberikan tempat kepada tindakan separatisme, komunisme, terorisme, radikalisme, intoleransi dan Iainnya yang bertentangan dengan empat konsensus dasar kehidupan berbangsa dan bernegara.

3. Kami menyadari bahwa takdir sosiologis dan historis bangsa Indonesia adalah warisan sejarah kerja sama para pendiri bangsa antara kelompok nasionalis yang memuliakan nilai-nilai agama dengan kelompok Islam yang memegang teguh nilai-nilai kebangsaan.

Oleh karena itu, bagi generasi penerus dari dua komponen bangsa tersebut harus mampu menjaga warisan sejarah pendiri bangsa ini dengan saling menghormati, saling memahami, dan saling bekerjasama, dalam rangka menjaga kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan partai atau golongan.

 

3 of 3

Saksikan video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓