Tito Karnavian: Semoga Kapolri Baru Bisa Reformasi Internal

Oleh Liputan6.com pada 30 Okt 2019, 18:37 WIB
Diperbarui 30 Okt 2019, 19:17 WIB
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian enggan mencampuri proses uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) calon Kepala Kepolisian RI atau Kapolri, Komjen Idham Azis. Menurutnya, fit and proper test merupakan tugas Komisi III DPR.

"Pemilihan Kapolri bukan urusan saya," kata Tito di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (30/10/2019).

Mantan Kapolri ini menyebut, siapa pun calon Kapolri yang diajukan Presiden Jokowi harus menjalani tahapan fit and proper test. Bila dinyatakan lolos dan layak menduduki jabatan Kapolri, dia turut senang. 

"Kalau kemudian disetujui dalam paripurna, dilantik, saya ucapkan selamat kepada Kapolri yang baru," ujar dia.

Di tangan Kapolri baru, Tito berharap upaya reformasi internal lembaga terus dilakukan. Dia juga berharap tugas-tugas yang belum diselesaikan di masa jabatannya bisa dilanjutkan.

"Saya harapkan Kapolri yang baru dapat melaksanakan reformasi, berusaha lebih baik lagi dari saya, pekerjaan yang mungkin bisa saya tuntaskan, silakan lanjutkan," ucap Tito.

 

2 of 3

Soal Kasus Novel

Disinggung penuntasan kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior, Novel Baswedan, Tito menanggapi santai. Dia menyerahkan kepada Idhan Azis untuk menyelesaikan kasus tersebut.

"Silakan kasus Novel juga. Karena mekanismenya kan, sudah ada sistemnya. Sama seperti saya di Kemendagri, banyak menerima tugas yang belum tuntas seperti rekrutmen, afirmatif anak Papua, begitu saya masuk saya putuskan," pungkas dia.

3 of 3

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: 

Lanjutkan Membaca ↓