Ruang Belajar Kurang, Siswa SD Banten Belajar di Atas Lantai

Oleh Devira Prastiwi pada 30 Okt 2019, 14:46 WIB
Diperbarui 30 Okt 2019, 14:46 WIB

Fokus, Jakarta - Kegiatan belajar mengajar siswa SDN 2 Pasir Kupa, Banten tidak berjalan efektif. Sudah hampir 6 tahun, banyak siswa yang tidak tertampung sehingga membuat sebagian siswa harus menumpang di gedung madrasah milik warga. Mereka belajar di lantai karena kekurangan meja dan kursi.  

Seperti ditayangkan Fokus Indosiar, Rabu (30/10/2019), siswa kelas 3 dan kelas 4 yang tidak tertampung di gedung sekolah mereka terpaksa menumpang di gedung madrasah miliki warga.

Perangkat belajar pun sangat terbatas. Tidak jarang murid harus bergantian belajar dilantai karena kekurangan meja dan kursi. 

Minimnya ruang belajar ini karena pelajar di SDN 2 Kupa melebihi kapasitas, sehingga kelas 3 dan 4 terpaksa belajar di tempat lain.

"Anak-anak juga, kasihan ke anak-anak tidak ada meja dan kursi. Di sini kita menumpang loh, di madrasah ini menumpang, tadinya menumpangnya di madrasah di tengah sawah sana, lebih jauh lagi daripada ini, lebih jauh lagi," ujar Kepala Sekolah SDN 2 Pasir Kupa Huryati.

Pihak sekolah telah beberapa kali mengajukan proposal untuk meminta bantuan kepada dinas terkait. Namun hingga sekarang belum ada tanggapan. Padahal lokasi sekolah berada tidak jauh dari pusat pemerintahan Kabupaten Lebak, Banten.  

Siswa dan pihak sekolah berharap pemerintah dapat segera memberikan bantuan untuk pembangunan ruang belajar baru agar kegiatan belajar mengajar dapat kembali berjalan kondusif.