Peringati Jatuhnya Lion Air JT 610, Keluarga Korban Datangi Pantai Tanjung Pakis Karawang

Oleh Maria Flora pada 30 Okt 2019, 09:32 WIB
Diperbarui 30 Okt 2019, 09:32 WIB

Fokus, Karawang - Mimin Suratmin bersama anggota keluarga mendatangi Pantai Tanjung Pakis Karawang, Jawa Barat, Seasa, 29 Oktober kemarin siang.

Seperti ditayangkan Fokus Indosiar, Rabu (30/10/2019), mereka memperingati setahun jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 rute Jakarta-Pangkal Pinang di perairan Karawang.

Mimin mendoakan suami yang ikut menjadi korban dalam tragedi ini.

"Kami ke sini untuk mengenang dan mendoakan," katanya. 

Pembangunan monumen tragedi jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 di perairan Karawang mulai dikerjakan Selasa kemarin. Monumen ini dirancang seperti aula yang di dalamnya terdapat prasasti dan nama korban.

Monumen seluas 12,5x6 meter dibangun oleh pihak Lion Air. 

"Nanti ini dibangun seperti aula dan ada prasasti," ucap Tarman, salah satu pekerja monumen.

Selain di Karawang, peringatan setahun jatuhnya Lion Air JT 610 rute Jakarta-Pangkal Pinang juga dilakukan Polda Bangka Belitung. Mereka menggelar upacara tabur bunga di perairan lepas untuk mengenang tiga anggota polisi yang ikut menjadi korban.

Ketiganya adalah AKBP Sekar Maulana, AKBP Mito, dan seorang bintara atas nama Bripka Rangga.

"Kita melaksanakan tabur bunga ini juga untuk semua yang menjadi korban," jelas Wakapolda Babel Kombes Pol Slamet Hadi Supraptoyo.

Pesawat Lion Air JT 610 rute Jakarta-Pangkal Pinang jatuh di perairan Karawang pada 29 Oktober lalu. Pesawat membawa 189 orang yang terdiri atas penumpang, pilot, dan awak pesawat.

 

* Dapatkan pulsa gratis senilai Rp10 juta dengan download aplikasi terbaru Liputan6.com mulai 11-31 Oktober 2019 di tautan ini untuk Android dan di sini untuk iOS