Mendagri Tito Karnavian Singgung Pemda yang Penyerapan Anggarannya Tak Efektif

Oleh Putu Merta Surya Putra pada 29 Okt 2019, 15:15 WIB
Diperbarui 29 Okt 2019, 16:16 WIB
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, akan mengevaluasi program-program pemerintah daerah tahun ini.

Menurut dia, langkah ini diambil lantaran masih banyak daerah yang penyerapan anggarannya hanya 60 persen. Sehingga dirinya menilai ada yang tak efektif dalam penggunaan anggaran untuk masyarakat.

"Kita akan melakukan evaluasi akhir tahun ini. Akhir tahun ini, kita akan melihat, saya mendapatkan informasi dari jajaran Kemendagri, lebih kurang 60 persen penyerapan, bahwa ini lagi dua bulan lagi," ucap Tito di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa (29/10/2019).

Dengan begitu, kata Tito Karnavian, berarti dana tidak digunakan secara efektif. Menurut dia, penyerapan anggaran ini penting karena semuanya untuk masyarakat.

"Jangan hanya send. Send itu, 'ah buat program' tapi harus deliver. Artinya dirasakan oleh masyarakat, oleh publik," jelas Tito.

Dia menuturkan, keefektifan anggaran bisa dilihat dari belanja pegawai, dan barang, dan modal.

"Kalau belanja modalnya yang besar, itu bagus. Tapi kita lihat lagi, belanja modal ini betul-betul yang menyentuh masyarakat atau hanya sekedar pengadaan terus enggak dipakai, itu enggak ada gunanya. Kita yakinkan, belanja modalnya nyampai betul-betul ke masyarakat sesuai. Baik membangun SDM, lapangan kerja, dan lain-lain, termasuk stunting, pendidikan, dan lain-lain," ungkap Tito Karnavian.

 

2 of 3

Ciptakan Kompetisi

Tito mengatakan, akan menciptakan iklim kompetitif bagi Pemerintah Daerah, yang mempunyai program tepat sasaran.

Yang dimaksud dengan tepat sasaran, adalah program yang sesuai dengan pemerintah pusat serta baik untuk masyarakat. Sehingga penyerapan anggaran dirasakan betul oleh publik.

"Kita akan membuat iklim yang kompetitif, yang bagus kita akan beri penghargaan. Yang kurang bagus kita akan sebutkan," kata Tito.

Selain itu, dirinya juga akan mengaktifkan Irjen Inspektorat untuk memantau program-program tersebut.

"Kemudian setelah itu, kita juga aktikan Irjen Inspektorat, untuk melihat, menyisir, program-program yang tepat sasaran atau tidak," pungkasnya.

3 of 3

Saksikan video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by