Nadiem Makarim: Jangan Tanya Kebijakan, Saya Masih Belajar

Oleh Yopi Makdori pada 28 Okt 2019, 13:20 WIB
Diperbarui 30 Okt 2019, 11:13 WIB
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim. (Liputan6.com/Yopi Makdori)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim enggan mengomentari berbagai permasalahan dalam dunia pendidikan. Pasalnya ia mengaku masih baru menjabat sebagai orang nomor satu dalam lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan itu.

"Jangan ditanya mengenai apa kebijakan saya. Saya masih tahap belajar ya," kata Nadiem Makarim di Kemendikbud, Jakarta, Senin (28/10/2019).

Mantan bos Gojek itu mengaku dirinya masih dalam proses belajar dan belum bisa menjawab maupun mengomentari berbagai isu yang menyangkut pendidikan.

Sebelum dilantik menjadi Mendikbud, Nadiem Makarim sebelumnya merupakan petinggi perusahaan teknologi jasa Gojek. Atas kecakapannya membesarkan Gojek, Nadiem ditarik Presiden Joko Widodo atau Jokowi dalam kebinet keduanya untuk menempati posisi Mendikbud.

2 dari 3 halaman

Menteri Termuda

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengatakan dirinya merupakan salah satu menteri termuda yang pernah dimiliki Indonesia. Kata mantan bos Gojek itu, terpilihnya dia sebagai orang nomor satu dalam lingkungan Kemendikbud itu harus menjadi tonggak kebangkitan anak muda.

"Maksudnya saya adalah ini suatu sinyal, suatu sinyal bahwa ini saatnya pemuda bangkit. Ini saatnya pemuda bukan hanya bagaimana caranya sukses untuk dirinya, tapi juga bangsanya," kata Nadiem Makarim di Komplek Kemendikbud, Jakarta, Senin (28/10/2019).

Kaum muda, kata Nadiem Makarim, harus melihat dirinya. Apabila dia sebagai pemuda bisa menjadi menteri, maka begitu pun bagi pemuda lain. Namun, dia mengakui banyak kendala hingga ia duduk di kursi menteri, termasuk kendala dalam hal birokrasi.

"Esensi dari pidato saya adalah lihat lah saya ternyata bisa loh anak muda di sini dan walaupun berapa sulitnya kadang-kadang birokrasi, betapa banyaknya tantangan dan tanggung jawab begitu besar, tetap saja melangkah ke depan," katanya.

Meskipun menemui kegagalan, kata Nadiem Makarim, pemuda harus tetap melangkah. Menurut dia, kegagalan hanya terjadi ketika tidak mau mencoba.

"Satu-satunya kegagalan itu kalau kita diam di tempat, itu maksud saya," ia menegaskan.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓