Langkah Gibran Mencari Restu ke Megawati dan Ujian Serius untuk PDIP

Oleh Putu Merta Surya Putra pada 25 Okt 2019, 08:04 WIB
Gibran Rakabuming

Liputan6.com, Jakarta - Menenteng bundelan kertas dan buku catatan, Gibran Rakabuming Raka, putra sulung Presiden Joko Widodo atau Jokowi sowan ke kediaman Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri, Kamis 24 Oktober 2019 siang.

Meski tak beratribut serba merah, dengan langkah mulus Gibran masuk ke dalam kediaman Megawati. Tak sampai dua jam, dia keluar dari rumah yang berada di jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat tersebut.

Kepada sejumlah jurnalis yang menunggunya, dengan tegas di mengatakan kehadirannya untuk silaturahmi dengan sang pemimpin barisan banteng bermoncong putih. Selain itu, Gibran juga mengutarakan keinginannya untuk maju dalam Pilkada Solo/Surakarta 2020 mendatang.

"Saya sampaikan keseriusan saya untuk maju," kata Gibran di kediaman Megawati, Kamis 24 Oktober 2019 siang.

Bukan itu saja, pria yang dikenal sebagai pengusaha martabak ini juga mengklarifikasi bahwa dirinya tak akan maju secara independen, lantaran sudah mengantongi kartu tanda anggota (KTA) partai.

"Saya sudah punya KTA PDIP. Saya akan berjuang melalui PDIP," ungkap Gibran.

Namun, langkah Gibran belum tentu mulus untuk menuju panggung Pilkada Solo. Ketua DPC PDIP Surakarta FX Hadi Rudyatmo mengaku tak masalah dengan langkah yang diambil Gibran.

Hanya, dia memberikan rambu-rambu, bahwa nama Purnomo-Teguh (Wakil Wali Kota Solo dan Sekretaris DPC PDIP Solo), yang akan dibawa ke DPP.

"Yang diajukan penugasan dari partai kan tetap Pak Pur dan Pak Teguh. Usulan aspirasi untuk mengusung nama calon itu muncul dari tingkat anak ranting, ranting dan PAC. DPC kan tinggal membawa ke DPP saja," jelas FX Hadi.

2 of 3

Ikut Mekanisme Partai

Tak sampai di sana, seperti memberikan ultimatum, FX Hadi akan mempunyai sikap sendiri jika nama Gibran yang dipilih DPP untuk maju di Pilkada Solo.

"Saya enggak mau berandai-andai. Siapa pun yang mendapat rekomendasi dari sana (DPP PDIP). Saya pasti punya keputusan sendiri," jelas dia.

Sementara itu, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan, kehadiran Gibran hanya untuk bersilahturahmi. Sedangkan untuk urusan Pilkada DPP mempunyai mekanismenya.

"Kalau urusan Pilkada, sudah ada mekanismenya. Jadi nanti ada survei, ada pemetaan politik, baru keputusan politik yang diambil Ibu Mega," jelas Hasto.

3 of 3

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓