Fenomena Angin Kencang di Tanah Air, Masyarakat Diimbau Waspada

Oleh Rita Ayuningtyas pada 22 Okt 2019, 12:54 WIB

Fokus, Malang - Hempasan debu ini menghalangi pandangan mata akibat angin kencang yang terjadi di Malang, Jawa Timur.

Seperti ditayangkan Fokus Indosiar, Selasa (22/10/2019), sebagian masyarakat yang terkena dampak angin kencang terpaksa mengungsi di Balai Desa Punten dan Desa Tulung Rejo. Setidaknya ada 1.000 pengungsi yang berada di pengungsian sejak dua hari terakhir.

Hal serupa juga terjadi di Tegal, Jawa Tengah. Bangunan sekolah ini porak-poranda akibat angin kencang yang menerjang Desa Sigendong dan Batumirah. Para siswa pun terpaksa diliburkan.

Warga di dua desa yang menjadi korban hanya bisa berusaha memperbaiki atap rumah mereka yang rusak. Para siswa dari dua sekolah yakni SDN 3 dan SMP 5 Sigedong terpaksa diliburkan.

Setelah didata, total kerusakan mencapai 537 bangunan. Di mana 300 rumah mengalami rusak ringan, 212 rusak sedang, dan 25 lainnya rusak berat.

Angin kencang juga menumbangkan batang pohon yang besar hingga menutup badan jalan di kawasan Pangalengan, Bandung. Ada 50 batang pohon yang tumbang sejak angin kencang melanda dalam dua hari terakhir. 120 personel gabungan berjibaku tak hanya untuk membersihkan pohon tumbang, namun juga memperbaiki kabel listrik yang sempat padam.

Fenomena angin kencang atau puting beliung merupakan hal lazim yang terjadi saat peralihan musim kemarau ke musim hujan.

Ketika Indonesia benar-benar memasuki musim penghujan, diprediksi angin puting beliung tidak akan terjadi lagi. Masyarakat di daerah pegunungan diimbau untuk waspada bencana puting beliung.