Ditawari Jokowi Jadi Menteri, Mahfud Md: Saya Siap

Oleh Lizsa Egeham pada 21 Okt 2019, 11:03 WIB
Diperbarui 22 Okt 2019, 11:15 WIB
Mahfud MD mengaku dipanggil oleh Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

Liputan6.com, Jakarta - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud Md mengakui dirinya diminta langsung oleh Presiden Jokowi untuk menjadi menteri di kabinet jilid II. Tapi Mahfud mengaku tak mengetahui jabatan apa yang akan diamanahkan Jokowi kepadanya.

Hal ini dikatakan Mahfud usai bertemu Jokowi di Istana Merdeka Jakarta, Senin (21/10/2019). Mahfud datang mengenakan kemeja putih.

"Saya tadi dipanggil Pak Presiden. Intinya saya diminta beliau untuk menjadi salah seorang menteri, yang kalau tidak berubah akan dilantik besok lusa Rabu. Pagi sudah berkumpul di sini. Saya tidak diberitahu menteri apa," kata Mahfud di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.

Dia tak menjawab apakah posisi yang ditawari Jokowi adalah Menteri Hukum dan HAM. Kepada Jokowi, Mahfud menyatakan bahwa dirinya bersedia apabila dipercaya mengisi salah satu pos kementerian.

"Saya nyatakan bersedia. Saya nyatakan siap untuk negara," ucap dia.

Menurut dia, dirinya sempat mendiskusikan beberapa hal. Salah satunya, soal Hak Asasi Manusia (HAM), pemberantasan korupsi hingga radikalisme.

"Ada lagi soal pelanggaran ham kita diskusikan banyak. Soal pemberantasan korupsi di berbagai sektor ternyata bapak presiden punya data yang sangat detik dan terukur tentang apa-apa yang jadi masalah," jelas Mahfud.

* Dapatkan pulsa gratis senilai jutaan rupiah dengan download aplikasi terbaru Liputan6.com mulai 11-31 Oktober 2019 di tautan ini untuk Android dan di sini untuk iOS