Sri Mulyani ke Jokowi-JK: Mohon Maaf, Mungkin Kami Suka Ndablek

Oleh Lizsa Egeham pada 18 Okt 2019, 18:33 WIB
Sah, Jokowi Teken Aturan THR dan Gaji ke-13 PNS

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan permohonan maaf kepada Presiden Joko Widodo atau Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla, apabila selama menjalankan tugas ada kesalahan. Hal ini disampaikan Sri Mulyani mewakili seluruh menteri kabinet kerja.

"Kami mohon maaf Bapak, mungkin suka nakal, suka ndablek (susah dikasih tau), suka enggak ngerti, suka terlambat," kata Sri Mulyani saat acara perpisahan dengan Jokowi-JK di Istana Negara Jakarta, Jumat (18/10/2019).

"Pasti kan sebagai manusia biasa mohon maaf kalau kami belum bisa memuaskan. Terima kasih bapak presiden dan bapak wapres atas kepercayaannya," sambungnya.

Dia mengaku sangat menyenangkan bekerja bersama dengan Jokowi-JK dan para menteri lainnya. Menurut Sri Mulyani, JK selalu mengajak para menteri berbicara tentang berbagai hal.

"Pak presiden dalam sidang kabinet sangat jelas memberikan guidance sehingga kita juga paham bagaimana menyelesaikannya," ucap dia.

Sri Mulyani lantas menyampaikan terima kasih kepada Jokowi dan Jusuf Kalla atas kepercayaannya menjadikan salah satu bagian dari kabinet kerja. Menurut dia, seluruh menteri akan selalu mendukung Jokowi.

"Kami semua mendukung dan terus ingin mendekatkan republik sesuai janjinya Pak Jokowi yaitu adil makmur dan bermartabat," tutur Menteri Sri Mulyani.

2 of 3

Ada Menteri yang Dipertahankan

Jokowi-JK
Sidang kabinet Paripurna yang dipimpin Presiden Joko Widodo, di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (4/2/2015) pagi, membahas Pilkada serentak, Perppu perubahan UU tentang kelautan, dan tentang perumahan rakyat. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Jokowi-Ma'ruf Amin akan dilantik sebagai presiden dan wakil presiden periode 2019-2024 di Gedung MPR pasa 20 Oktober 2019.

Jokowi menyebut, kabinet periode kedua pemerintahannya akan banyak diisi oleh wajah baru. Namun, dia mengaku tetap akan mempertahankan sejumlah menteri kabinet kerja periode 2014-2019.

"Ya adalah (yang dipertahankan), yang lama ada. Yang baru banyak," kata Jokowi di Istana Merdeka Jakarta, Rabu (16/10/2019).

 

3 of 3

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓