Organda Minta Transjakarta Kroscek Fisik Bus Zhongtong Sebelum Beroperasi

Oleh Liputan6.comMaria Flora pada 18 Okt 2019, 18:02 WIB
Pasca-Terbakar, Transjakarta Hentikan Operasional 30 Bus Zhongtong

Liputan6.com, Jakarta - Bus Transjakarta jenis Zhongtong kembali beroperasi. Bus berwarna merah oranye ini dulunya sempat ditolak Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok saat masih menjabat Gubernur DKI Jakarta. Pada 2015, bus ini sempat terbakar.

Organda menyarankan Transjakarta sebagai operator untuk kroscek kondisi fisik bus tersebut. Sehingga dapat dipastikan bus tersebut benar-benar layak.

"Dalam hal ini Transjakarta mengoperasikan itu harus benar-benar kroscek terhadap kondisi fisik kendaraan, harus bicara tingkat kelayakan. Kelayakan itu sudah beberapa saya sebutkan tadi secara teknis. Kelistrikan maupun mesin harus benar-benar clear," jelas Ketua Organda DKI Jakarta Safruhan Sinungan, dihubungi Jumat (18/10/2019). 

"Ceklis kondisi kendaraan harus benar-benar termonitor. Karena mobil ini sudah lama tidak beroperasi," tambahnya.

Safruhan mengaku pihaknya tak mempersoalkan bus Zhongtong dioperasikan kembali. Pasalnya duit APBD telah mengalir untuk membeli bus tersebut dan sayang jika tidak dimanfaatkan.

"Saya berpikir begini. Bus itu dibeli oleh PPD, dan sempat menjadi masalah. Dan sekarang permalasalahannya duit DKI sudah meluncur membeli mobil itu. Nah tapi kalau mobil itu tidak dimanfaatkan kan sayang. Itu pendapat saya," jelasnya.

 

* Dapatkan pulsa gratis senilai Rp10 juta dengan download aplikasi terbaru Liputan6.com mulai 11-31 Oktober 2019 di tautan ini untuk Android dan di sini untuk iOS

2 of 3

Jumlah Bus Zhongtong yang Beroperasi

Pasca-Terbakar, Transjakarta Hentikan Operasional 30 Bus Zhongtong
Bus TransJakarta melintasi di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Senin (9/3/2015). PT Transjakarta menghentikan operasional 30 bus merek Zhongtong pasca insiden terbakarnya bus buatan Tiongkok itu pada Minggu (8/3) kemarin. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Jumlah bus Zhongtong saat ini sebanyak 59 unit dan yang baru dioperasikan sebanyak 21 unit. Safruhan kembali menegaskan terkait kondisi fisik bus yang harus diperiksa kembali mengingat cukup lama tak dioperasikan.

"Yang harus dipastikan adalah kodisi fisik kendaraan itu karena sudah lama tidak jalan, harus dipastikan kondisinya baik. Tidak menimbulkan masalah di lapangan. Kalau dulu kan korslet dan terbakar. Nah itu yang benar-benar tim teknisinya itu harus clear sebelum kendaraan dioperasikan. Istilah kami itu kendaraan harus siap pesta. Kan kalau siap pesta dipakainya bagus, wangi. Kira-kira seperti itu. Saat beroperasi mengangkut penumpang harus benar-benar terjamin keamanan, kenyamanan dan keselamatannya," paparnya.

 

Reporter: Hari Ariyanti

Sumber: Merdeka

3 of 3

Saksikan video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓