Koordinator BEM SI Sebut Banyak Iming-Iming Agar Mahasiswa Tak Demonstrasi

Oleh Ady Anugrahadi pada 17 Okt 2019, 17:21 WIB
Diperbarui 17 Okt 2019, 17:21 WIB
Demo mahasiswa di depan Istana meminta Presiden Jokowi mengeluarkan Perppu KPK
Perbesar
Demo mahasiswa di depan Istana meminta Presiden Jokowi mengeluarkan Perppu KPK.(Liputan6.com/Ady Anugrahadi)

Liputan6.com, Jakarta - Koordinator BEM SI Wilayah se-Jabodetabek Banten, Muhammad Abdul Basit mengaku ada pihak-pihak yang mencoba menghalangi aksi mahasiswa dengan menjanjikan sejumlah uang. Namun, Abdul tidak menyebut identitas dari orang tersebut

"Banyak banget, terkait dengan menjanjikan sesuatu lah untuk kita tidak aksi. Banyak banget. Tetapi kami konsisten, tujuan kami untuk memperlihatkan bahwa kami tidak sama sekali ditunggangi," kata Abdul di Patung Kuda, Jakarta Pusat Kamis (17/10).

Abdul mengatakan, pihak kampus pun siap mengucurkan dana besar apabila mahasiswa memilih mengadakan seminar ketimbang unjuk rasa. Bahkan, pihak kampus berharap aksinya dialihkan di kampus. Tetapi mahasiswa menolak karena tujuan untuk mendesak Presiden menerbitkan Perpu KPK.

"Kami minta kepada Jokowi untuk tegas dan berpihak kepada rakyat," ucap dia.

Pantauan di lapangan sejumlah mahasiswa mulai memenuhi Jalan Merdeka Barat, sejak pukul 14.00 WIB. Mereka berkumpul di Patung Kuda dengan mengenakan almamater hijau dan membentangkan spanduk dan poster. Salah satunya bertuliskan #RawamangunBergerak.

Hampir seluruhnya melengkapi dengan masker, buff atau penutup wajah. Para mahasiswa membentuk barisan melingkar setibanya di Patung kuda.

Awalnya, hendak menggelar aksi di depan Istana Presiden. Namun, diadang polisi wanita. Mereka membentuk barikade tepat di depan kawat berduri dan road barrier.

 

2 dari 2 halaman

Polwan dan Mahasiswi

Polisi pun menempatkan para polwa di garis depan.
Perbesar
Polisi pun menempatkan para polwa di garis depan saat demo mahasiswa (Liputan6/Ady Anugrahadi)

Mahasiswa akhirnya hanya bisa berunjuk rasa di depan Gedung Kementerian Pariwisata. Disela-sela koordinator berorasi peserta unjuk rasa lain sempat menumpahkan kekesalan ke pihak kepolisian yang berjaga-jaga tersebut.

"Ayah, ibu istighfar yang banyak. Jangan sampai kelewat batas memukuli kami. Katanya mengayomi tapi malah memukuli," teriak salah satu mahasiswa.

Demonstrasi masih berlangsung. Mahasiswa semakin mendekati kepolisian. Uniknya, yang berhadap-hadapan pada demo kali ini adalah polwan dan mahasiswi.

Terpisah, Kapolsek Gambir, Kompol Wiraga menjelaskan alasan menempatkan Polwan di garis terdepan pengamanan. Hal itu tak lain untuk mendinginkan suasana.

"Kita mengedepankan persuasi jadi terkesan polisi tidak sangar atau antimahasiswa," ucap dia.

Lanjutkan Membaca ↓