Festival Wonderful Indonesia di Atambua, Heboh!

Oleh stella maris pada 17 Okt 2019, 10:50 WIB
Festival Wonderful Indonesia di Atambua

 

Liputan6.com, Jakarta Festival Wonderful Indonesia hari teakhir yang digelar di di PLBN Motaain Atambua, Kabupaten Belu, NTT pada Selasa (15/10) berlangsung semarak. Sejumlah barang dagangan laku laris manis diborong para wisatawan mancanegara asal Perancis dari Universitas Timor Leste. 

Bukan hanya barang dagangan saja yang diburu pembeli. Sejumlah keseruan di tempat acara pun sudah berlangsung sejak pagi. Itu karena para pelintas batas asal Timor Leste yang datang ke hari pasar di Pasar Motaain, turut mampir dan berbelanja di Festival Wonderful Indonesia.

Beberapa barang yang diborong adalah paket sembako, pakaian bekas, dan souvenir. Bahkan, 30 paket sembako yang dijual, hanya tersisa enam paket saja. 

Plt Kadispar Kabupaten Belu, Johanes Andes Prihatin, mengatakan Pemkab Belu sangat menyambut baik kegiatan yang digelar Kementerian Pariwisata ini.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Pariwisata yang sudah menggelar Festival Wonderful Indonesia di Atambua. Karena turut menggerakkan roda perekonomian di sekitar PLBN Motaain dan membuat Hari Pasar di Atambua semakin berwarna. Kami berharap kegiatan seperti ini bisa terus dilakukan Kemenpar," tutur Johanes Andes Prihatin yang juga Kadis Kominfo Kabupaten Belu.

Festival Wonderful Indonesia juga sukses menarik perhatian wisatawan asal Prancis. Wisatawan ini dibawa oleh Cendana Tour yang berkantor di Sulawesi Selatan.

"Wisatawan yang kami bawa ini berasal dari Prancis. Mereka mengikuti paket perjalanan ke Bali, Sabu, Kupang, juga ke perbatasan di PLBN Motaain," tutur Robby sebagai tour guide asal Cendana Tour.

Tak lama kemudian, hadir sekitar 15 mahasiswa asal Universitas Timor Leste. Mereka langsung berbaur dengan penunjung lainnya sambil menarik Tebe. Para mahasiswa asal negara tetangga Indonesia itu tidak terlihat canggung berinteraksi dengan yang lain.

Sore hari menjelang penutupan, keseruan tetap terjadi di venue Festival Wonderful Indonesia. Kali ini, dipicu tarian massal yang dilakukan para siswa dari SMP Silawan, Atambua.

 

Festival Wonderful Indonesia di Atambua
Wisatawan asing di Festival Wonderful Indonesia di Atambua.

Nama sekolah ini mungkin asing di dengar. Tapi, SMP Silawan punya siswa yang sempat menarik perhatian penjuru Indonesia. Nama siswa itu adalah Johannes Adekalla alias Joni.

Nama Joni menyita perhatian lantaran aksi heroiknya memanjat tiang bendera untuk mengibarkan bendera Merah Putih di HUT ke-73 RI. Atas aksi heroiknya, Joni dipanggil menemui Presiden Joko Widodo.

Asdep Pengembangan Pemasaran I Regional III Kementerian Pariwisata Muh Ricky Fauziyani, mengatakan perbaikan akan terus dilakukan agar perhelatan Festival Wonderful Indonesia bisa maksimal.

"Sambutan untuk perhelatan Festival Wonderful Indonesia di Atambua kali ini sangat positif. Itu karena banyak masyarakat Atambua maupun Timor Leste yang memanfaatkan bazar yang diadirkan. Kami akan perbaiki event ini agar event selanjutnya bisa lebih maksimal lagi," tutur Ricky, didampingi Kabid Pemasaran Area II Regional III Kemenpar Hendry Noviardi.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kementerian Pariwisata Rizki Handayani, mengatakan Festival Wonderful Indonesia masih bisa dinikmati disejumlah crossborder Indonesia-Timor Leste.

"Kami masih mengagendakan event ini untuk digelar di PLB Napan dan PLBN Motamasin di Malaka. Kami lihat potensi merangkul masyarakat Timor Leste sangat terbuka. Oleh karena itu kami berharap event ini bisa dimaksimalkan juga oleh mereka," ujar wanita yang akrab disapa Kiki itu.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan Festival Wonderful Indonesia adalah salah satu cara untuk mendatangkan pelintas batas asal Timor Leste.

"Crossborder adaaalah daerah yang sangat potensi jika digarap dengan benar. Wisatawan crossborder itu memiliki kedekatan. Baik secara jarak maupun budaya. Kami coba manfaat itu. Apalagi, kebutuhan mereka pun sama, kami akan manfaatkan pelintas batas dari Timor Leste yang masuk ke Indonesia," tuturnya.

 

(*)