Usai Erupsi, Begini Penampakan Desa Sekitar Gunung Merapi

Oleh Devira Prastiwi pada 15 Okt 2019, 14:40 WIB

Liputan6.com, Magelang - UsaiĀ erupsi Gunung Merapi yang terjadi Senin, 14 Oktober 2019 sore di sekitar lereng gunung diguyur hujan abu vulkanik. Salah satunya Desa Ngargosoko, Magelang, Jawa Tengah yang berjarak sekitar 5 kilometer dari puncak gunung.

Seperti ditayangkan Liputan6 SCTV, Selasa (15/10/2019), pagi tadi, terpantau rumah, jalanan, hingga tanaman tertutupi abu vulkanik dengan ketebalan sekitar 2 milimeter.

Meski demikian, warga masih menjalani aktivitas seperti biasa. Mereka belum berniat untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Namun, warga berharap ada bantuan berupas masker dari pemerintah setempat agar mereka bisa terhindar dari ancaman penyakit ISPA.

"Harapan pada pemerintah itu harapan saya kalau bisa masker-masker untuk keamanan pernapasan masyarakat," ujar warga bernama Purwadi.

Dampak lain dari letusan Merapi, sejumlah kamera CCTV BPPTKG yang terpasang di kawah Merapi tidak lagi berfungsi. Diduga kamera pengawas rusak akibat terkena material vulkanik.

Sementara itu, usai erupsi kemarin kondisi puncak Merapi, Selasa siang terlihat tenang. Meskipun sejak Senin petang hingga Selasa pagi masih terjadi guguran awan panas sebanyak dua kali.

"Tengah malam tadi masih belum aman, untuk hujan abu hanya terjadi di sore hari kemarin, terus malam sudah tidak ada lagi karena letusan kecil terjadi setelah yang petang itu jam 20.00 sama jam 00.04," kata Petugas Pengamatan Gunung Merapi Pos Ngepos Purwoko.

Hingga saat ini, status Gunung Merapi masih pada level 2 atau waspada. Warga diimbau untuk tetap tenang dan tidak beraktivitas dalam radius kurang dari 3 kilometer dari puncak gunung.

Sebelumnya, Senin sore gunung merapi erupsi dengan luncuran awan panas mencapai jarak 3.000 meter dari puncak gunung yang terjadi selama 270 detik.Ā