Pantai Barat Sumatera Diguncang Tiga Kali Gempa

Oleh Arie Nugraha pada 15 Okt 2019, 08:46 WIB
Diperbarui 16 Okt 2019, 22:13 WIB
Gempa Bumi

Liputan6.com, Bandung - Wilayah Samudera Hindia Pantai Barat Sumatera diguncang gempa tektonik, magnitudo 5.9 tepatnya berlokasi di laut pada jarak 154 Kilometer arah Barat Daya Kota Bengkulu, Bengkulu pada kedalaman 36 Kilometer pada pukul 05.23 WIB.

Hingga pukul 06.15 WIB, hasil monitoring Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menunjukkan adanya dua aktivitas gempabumi susulan (aftershock) dengan kekuatan terbesar magnitudo 4.8.

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono mengimbau masyarakat agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Selain itu, masyarakat disarankan memeriksa dan memastikan bangunan tempat tinggalnya cukup tahan gempa.

"Ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah. Masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," kata Rahmat dalam keterangan resminya, Bandung, Selasa, 15 Oktober 2019.

Rahmat mengatakan, guncangan gempa dirasakan di daerah Bengkulu dan Seluma pada skala III-IV MMI. Kemudian di Kepahiang getarannya dirasakan nyata dalam rumah setara dengan getaran seakan akan truk berlalu atau skala III MMI.

2 of 3

Penyebab

Gempa Bumi
Ilustrasi Gempa Bumi (iStockphoto)

Hingga saat ini sebut Rahmat, belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami.

Rahmat menjelaskan, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia menunjam ke bawah Lempeng Eurasia tepatnya di zona Megathrust yang merupakan zona subduksi lempeng yang berada di Samudera Hindia sebelah barat Sumatra.

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault).

BMKG menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk memperoleh informasi resmi yang disebarkan otoritasnya, melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi seperti di akun media sosial (Instagram/Twitter @infoBMKG), website (http://www.bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id), atau melalui Mobile Apps (IOS dan Android): wrs-bmkg (user: pemda, pwd: pemda-bmkg) atau infobmkg.

Kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

3 of 3

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓