Terduga Teroris Ditangkap, Polisi: Bali Tidak Selalu Aman

Oleh Devira Prastiwi pada 14 Okt 2019, 09:00 WIB

Liputan6.com, Bali - Penangkapan dua terduga teroris jaringan JAD ayah dan anak AT dan ZA saat melintas di Jembrana, Bali, membuktikan bahwa Bali masih menjadi incaran teroris.

Seperti ditayangkan Liputan6 SCTV, Senin (14/10/2019), tidak menutup kemungkinan masih ada sel-sel teroris yang bersembunyi di Pulau Bali.

Untuk itu, pihak kepolisian khususnya jajaran Polresta Denpasar meminta seluruh pihak masyarakat dan pemangku kepentingan, secara bersinergi turut meningkatkan kewaspadaan.

Salah satunya dengan mengambil sikap bahwa jangan pernah menganggap Bali selalu aman. Dengan merasa aman, maka dikhawatirkan menimbulkan kelengahan yang akan dimanfaatkan teroris.

"Ingat dengan adanya penangkapan, berarti kita harus semua pihak, jangan hanya polisi saja, jangan hanya TNI saja, jadi semua pihak, masyarakat, semua elemen masyarakat harus terlibat dalam mengamankan keamanan Bali. (Ada penambahan pengamanan fasilitas di Bali) Jadi begini, kita sudah gelar pasukan, gelar kekuatan, dan gelar personil sarana prasarana waktu di Renon, ini menandakan bahwa ekskalasi pengamanan di wilayah Denpasar khususnya adanya peningkatan. Jadi itu ciri khasnya," ujar Kabag Ops Polresta Denpasar Kompol Nyoman Gatra.

"Dan yang kedua berkaitan dengan pengamanan kegiatan, jadi berdasarkan kejadian yang terjadi di luar wilayah Bali, itu menjadikan rekomendasi, bahwa kita tidak boleh menganggap kalau Bali ini selalu aman, tidak boleh under estimate setiap kegiatan," sambungnya.

Kepolisian mengakui, pascapenangkapan dan menjelang pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih, memang terjadi peningkatan pengamanan di kawasan Denpasar dan Badung Selatan sebagai wilayah hukum Polresta Denpasar.