Masuk Koalisi Pemerintah, Gerindra Akui Ada Pro-Kontra di Internal

Oleh Fachrur Rozie pada 12 Okt 2019, 18:44 WIB
Diperbarui 12 Okt 2019, 18:44 WIB
Tawa Jokowi dan Prabowo di Istana Merdeka

Liputan6.com, Jakarta - Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria mengakui adanya pro dan kontra dalam internal partai terkait apakah harus bergabung dengan pemerintahan Joko Widodo-Maruf Amin atau tetap menjadi oposisi.

"Ya tentu ada dinamika ya, pendukung-pendukung kami ada yang pro, ada yang kontra, ada yang ingin di dalam (pemerintah) ada ingin di luar," ujar Ahmad Riza dalam diskusi di kawasan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Sabtu (12/10/2019).

Menurut dia, pro-kontra tersebut adalah hal yang wajar. Apalagi, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto terlihat kian akrab dengan Jokowi. Bahkan, mereka baru saja bertemu di Istana Merdeka, Jakarta pada Jumat kemarin.

"Semuanya kita sikapi dengan bijaksana, kami Partai Gerindra memahami dan mengerti keinginan-keinginan yang ingin di dalam dan keinginan yang ada di luar," ujar Ahmad Riza.

Dia mengatakan, menjadi koalisi atau pun oposisi tergantung keputusan dari Jokowi-Maruf Amin. Menurutnya, Partai Gerindra sudah menyatakan kepada Jokowi siap bersama membangun bangsa Indonesia.

"Ya terkait posisi Gerindra sepenuhnya diserahkan pada Pak Jokowi, terkait Kabinet itu merupakan hak prerogatif dari presiden dan wakil presiden terpilih ya," jelas Ahmad Riza.

Dia mengatakan, jika nantinya Jokowi memutuskan memberi kursi menteri kepada Gerindra, maka akan diambil. Namun jika tidak, menurutnya Gerindra akan tetap komitmen membangun bangsa Indonesia.

"Kami tidak menyodorkan nama, tidak pernah meminta-minta posisi jabatan apa pun di pemerintahan, karena bagi Pak Prabowo, bagi Partai Gerindra, bagi kami yang penting adalah memberikan sumbangsih, kontribusi yang baik bagi bangsa dan negara," kata dia.

2 dari 3 halaman

Pilihan Sebagai Penyeimbang

Sebelumny Presiden Jokowi bertemu dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Istana Merdeka. Banyak hal yang dibahas keduanya, termasuk arah politik ke depan. Prabowo juga mengatakan siap jika Gerindra masuk kabinet.

"Kami Gerindra mengutamakan kepentingan lebih besar untuk negara. Kita bertarung secara politik, selesai kita harus bersatu. Apabila diperlukan (dalam kabinet) kami siap. Itu sudah disampaikan juga saat pertemuan di MRT. Kalau diperlukan (dalam kabinet) kami tentu siap," kata Prabowo didampingi Jokowi usai pertemuan, Jumat (11/10/2019).

Namun, kata Prabowo, jika Gerindra tidak masuk kabinet, mereka akan tetap loyal sebagai checks and balances atau penyeimbang.

"Karena di Indonesia enggak ada istilah oposisi ya, semua merah putih," tutur Prabowo.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓