Ini Tanggapan Kiai NU Jatim soal Wacana Reshuffle Menteri Agama

Oleh Liputan6.com pada 02 Jul 2020, 20:02 WIB
Diperbarui 03 Jul 2020, 20:10 WIB
Menteri Agama Fachrul Razi
Perbesar
Menteri Agama Fachrul Razi (Merdeka/Nur Habibie)

Liputan6.com, Jakarta - Isu mengenai reshuffle kabinet pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin berhembus kencang, setelah peringatan keras Presiden Jokowi dalam sidang kabinet 18 Juni lalu. Lewat video yang diunggah Minggu (28/6/2020), Jokowi terlihat menegur para menterinya yang dinilai kurang maksimal dalam melakukan tugasnya selama pandemi Covid-19.

Salah satu menteri yang santer dikabarkan terkena reshuffle adalah Menteri Agama Fachrul Razi. Menanggapi hal itu, Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Zainul Hasan Genggong, KH Moh Hasan Mutawakkil Alallah, mendukung wacana tersebut dan berharap bisa diganti dengan menteri yang lebih baik.

"Saya mendukung kalau Pak Jokowi punya ganti (Menteri Agama) yang lebih mumpuni. Yang bisa menjadi contoh sebagai pemimpin yang mengurusi agama, amaliahnya agamis, amanat juga sesuai aturan agama," ujar Kiai Hasan Mutawakkil saat dihubungi.

Menurut Kiai Mutawakkil, wajar bila Menteri Agama menjadi salah satu menteri yang diusulkan untuk diganti. Sebab, ia menilai kinerja Kementerian Agama saat ini kurang signifikan, khususnya perihal kurangnya perhatian terhadap pondok pesantren selama masa pandemi Covid-19.

"Karena jujur saja, kami dari komunitas pesantren, terutama yang ada di Jawa Timur memang tidak merasakan ada sentuhan langsung yang signifikan dari Kementerian Agama terhadap pondok pesantren," ujar Wakil Rais Syuriah PWNU Jawa Timur tersebut.

Kiai Hasan Mutawakkil mengungkapkan, selama masa pandemi Kementerian Agama tidak memiliki perhatian yang besar terhadap operasional pesantren. Padahal, lanjut dia, di masa pandemi ini, pesantren membutuhkan bantuan yang cukup dari Kementerian Agama, terutama terkait dengan bantuan sarana protokol kesehatan.

"Terutama untuk kebutuhan Covid-19 ini, terutama sarana-sarana protokol kesehatan. Untung yang bantu itu Pemda. Nah, ini Pemda tidak kita minta kok, mereka datang sendiri, menawarkan sendiri. Nah, sebaliknya Menteri Agama memang ini kan yang seharusnya diurus," imbuhnya.

Dukungan terhadap wacana reshuffle Kementerian Agama juga diungkapkan Pengasuh Ponpes Al-Amin Kota Kediri, KH Anwar Iskandar. Menurut Kiai Anwar, kinerja Menteri Agama saat ini tidak maksimal dalam mengelola Kementerian Agama.

"Menurut saya kurang maksimal. Baik dalam pembinaan keagamaan, pendidikan agama, pengelolaan haji, dan lain-lain, itu kurang maksimal," ujar Kiai Anwar yang juga menjabat sebagai Wakil Rais Syuriah PWNU Jawa Timur tersebut.

Selain itu, Kiai Anwar juga mengatakan, banyak pernyataan-pernyataan dari Menag yang bersifat kontroversial dan cenderung blunder. Menurutnya, tidak seharusnya pernyataan tersebut keluar dari seorang Menteri Agama.

"Kalau Presiden menghendaki untuk di-reshuffle, lebih cepat lebih baik," tegas dia.

2 dari 3 halaman

Tingkat Kepuasan Terendah

Dikabarkan sebelumnya, Menteri Agama Fachrul Razi masuk ke dalam daftar menteri dengan tingkat kepuasan terendah dalam survei yang dirilis Lembaga Survei Arus Survei Indonesia (ASI), Jumat (19/6/2020) lalu. Dalam hasil survei itu, hanya 23,8 persen responden yang puas dengan kinerja Menteri Agama dan 24 persen mengaku tidak puas, sedangkan sisanya 22 persen tidak tahu.

 

3 dari 3 halaman

Saksika video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓