Mengenal Identitas Kota Tangerang Melalui Lukisan Batik

Oleh Pramita Tristiawati pada 11 Okt 2019, 09:24 WIB
Batik Tangerang

Liputan6.com, Tangerang - Selain terkenal dengan sebutan kota seribu jasa, Kota Tangerang ternyata juga memiliki ciri khas batik sendiri yang jarang ditemui. Bahkan, satu kampung di Jalan Mayang RT 02/11, Kelurahan Larangan Selatan, Kecamatan Larangan, Kota Tangerang, mendapat julukan Kampung Batik Mayang.

Pantauan di kampung tersebut, hampir sebagian besar tembok rumah warganya dilukis atau mural bermotif batik dengan berbagai warna. Jadi sangat cocok untuk lokasi background berswafoto kekinian.

Bukan hanya itu saja, terdapat juga rumah produksi batik bernama Sanggar Batik Kembang Mayang yang memproduksi berbagai batik tulis di dalamnya. Saat ditelusuri, sanggar yang berdiri sejak tahun lalu itu, memproduksi batik ciri khas Kota Tangerang yakni, Batik Tirta Suci.

Batik yang hanya ditemukan di Kota Tangerang itu dipenuhi motif bercorak aliran air dan sebuah bunga anggrek di sudut-sudutnya.

"Batik Tirta Suci ini ciri khasnya berwarna biru karena coraknya kan sebagian besar air, tapi tetap bisa dimodifikasi," ungkap Zulifni Adnan selaku Chairman Board of Director Sanggar Batik Kembang Mayang, Jumat (11/10/2019).

Batik dibuat langsung dengan lukisan tangan, tidak menggunakan alat cetak. Zul juga memastikan, semua batik yang diproduksi di sanggarnya terutama batik Tirta Suci sebagian besar dibuat manual oleh delapan pegawainya yang merupakan warga Larangan, Kota Tangerang.

Namun, untuk beberapa kejadian seperti pesanan dalam jumlah besar, sanggar Batik Kembang Mayang menggunakan mesin cetak karena mengejar waktu produksi.

Batik buatan sanggarnya itu memiliki arti yang mendalam. Tirta Suci sendiri diartikan sebagai aliran sungai yang terus bergerak tidak pernah berhenti.

Dapat diartikan sebagai Kota Tangerang yang selalu bergerak dan berkembang tidak berhenti di satu titik saja. "Air itu bagaimana pemerintah bisa dari atas ke bawah menyentuh masyarakat bawah, nah itu digambarkan dengan air dari atas ke bawah," terang pria yang akrab disapa Zul.

 

2 of 2

Makna Anggrek

Kemudian anggrek yang terletak di sudut-sudut batik melambangkan bahwa masyarakat Kota Tangerang dapat beradaptasi dari segala kondisi juga tangguh menghadapi segala cobaan.

"Layaknya anggrek ya yang bisa bertahan di segala cuaca, bisa bertahan hidup dan terus berkembang bagaimana pun cuacanya," kata Zul.

Di kesempatan yang sama, Koordinator Sanggar Batik Kembang Mayang, Farah mengatakan, per dua meter batik Tirta Suci yang dia buat rata-rata mempunyai harga sampai Rp 565 ribu.

"Tergantung motif pesanan, kan bisa makan waktu dan tenaga juga kalau semakin ribet. Tapi rata-rata kalau saya itu jual per dua meter sampai Rp 565 ribu. Kan kembali lagi sama si pelukisnya," tutur Farah.

Meski begitu, batik khas ini sudah banyak peminatnya. Sudah dipasarkan sampai keluar pulau, baik dalam bentuk pesanan pribadi dan mengikuti berbagai bazar atau pameran UMKM khas kedaerahan.

Lanjutkan Membaca ↓