Wiranto Ditusuk, Jokowi Minta Pengamanan Pejabat Diperketat

Oleh Lizsa Egeham pada 10 Okt 2019, 18:34 WIB
Diperbarui 10 Okt 2019, 18:34 WIB
Jokowi Perintahkan Kapolri TNI dan BIN Usut Kasus Penusukan
Perbesar
Presiden Joko Widodo memberi keterangan pers usai menjenguk Menko Polhukam Wiranto di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, Kamis (10/10/2019). Wiranto terluka di perut akibat penyerangan oleh pria yang terpapar paham radikalisme di Pandeglang, Banten. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Liputan6.com, Jakarta Presiden Jokowi meminta Kapolri Jenderal Tito Karnavian memperketat pengamanan pejabat negara. Hal ini disampaikan Jokowi pasca-penusukan kepada Menko Polhukam Wiranto.

"Ya nanti saya sudah perintahkan kepada Kapolri untuk berikan pengamanan yang lebih baik," ujar Jokowi usai menjenguk Wiranto di RSPAD Gatot Subroto Jakarta Pusat, Kamis (10/10/2019).

Jokowi juga telah memerintahkan Kapolri, Kepala BIN Budi Gunawan, serta dibantu TNI untuk mengusut tuntas dan menindak tegas pelaku penusukan Wiranto. Dia juga mengajak masyarakat untuk memerangi radikalisme dan terorisme di Indonesia.

"Yang paling penting jaringan ini harus dikerjar dan dituntaskan, diselesaikan," tegas dia.

Sebagai informasi, Wiranto sempat dibawa ke RSUD Berkah Pandeglang sesaat setelah penusukan yang menimpanya. Direktur RSUD Berkah Pandeglang Firmansyah mengatakan, Wiranto mengalami luka tusuk di bagian perut akibat penyerangan yang menimpanya.

"Pak Wiranto sudah kami tangani begitu tiba di IGD, sesuai SOP ditangani oleh tenaga ahlinya, karena laporan luka penusukan kita siapkan dokter bedah dan dokter anastesi. Beliau datang dalam kondisi sadar, langsung kita tangani. Alhamdulillah semua dalam kondisi stabil," kata Firmansyah dalam wawancara di Metro TV, Kamis (10/10/2019).