Said Aqil: NU dengan PDIP Sangat Bersahabat

Oleh Muhammad Radityo Priyasmoro pada 09 Okt 2019, 06:45 WIB
Diperbarui 11 Okt 2019, 03:13 WIB
Said Aqil Siradj

Liputan6.com, Jakarta - Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto bersilaturahmi ke Pondok Pesantren Luhur Al Tsaqasah, Ciganjur, Jakarta Selatan. Ponpes ini dibina langsung oleh Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj.

Kedatangan Hasto disambut oleh Ketua PBNU Said Aqil Siradj. Bersama ratusan santriwan dan santriwati, keduanya memberikan sambutan.

"Kami sowan datang ke pondok pesantren ini dan juga sekaligus mengucapkan terimakasih atas persaudaaraan yang selama ini dibangun dengan baik," kata Hasto di Aula Ponpes Luhur Al Tsaqasah, Ciganjur, Jakarta Selatan, Selasa 8 Oktober 2019. 

Said Aqil mengatakan, persahabatan antara santri dan kelompok nasionalis diceritakan sudah terjalin dengan baik, khususnya detik-detik menuju kemerdekaan. Begitu pun dengan persahabatan antara Nahdlatul Ulama dengan PDIP.

"Antara NU dengan PDIP yang nasionalis sangat-sangat bersahabat. Jika seandainya tidak bergandengan santri dan nasionalis, belum tentu merdeka Indonesia," kata Said Aqil.

Ia pun bercerita, dahulu Presiden RI Pertama, Soekarno selalu meminta masukan dari para kiai NU. Salah satunya adalah Wahab Chasbullah yang ditemui Bung Karno pada 1948.

Menurut Said Aqil, saat itu, kondisi negara sedang terancam perpecahan. Dari keduanya, lahirlah istilah halal bihalal yang hingga saat ini masih dijalankan.

"Saat itu terminologi halal bihalal muncul dari Kiai Wahab untuk menjawab permintaan Bung Karno untuk adanya silaturahmi antartokoh," tutur Said Aqil.

Menurut Said Aqil, yang sangat penting adalah NU dan nasionalis sudah ada sejak NKRI berdiri. "Bahwa NKRI, Pancasila, dan UUD 1945 sudah final. Maka lebih baik kita isi saja kemerdekaan ini dengan amal-amal Islam," jelasnya. 

2 dari 3 halaman

PDIP Tidak Anti Islam

Bersama Ratusan Kader PDIP, Ahok dan Djarot Hadiri Upacara HUT ke-74 RI
Sekjen DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto sekaligus sebagai Inspektur memimpin upacara HUT ke-74 RI di Jakarta, Sabtu (17/8/2019). Upacara HUT ke-74 Kemerdekaan RI tersebut diikuti ribuan kader dan simpatisan partai PDIP. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Sementara, Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto mengatakan, ada sejarah panjang antara Nasionalis dengan Nahdliyin.

"Ketika Soekarnois dan Nahdliyin bersatu, banyak pihak tidak senang. Kita harus menjawab tantangan ini bersama-sama," kata Hasto.

Dengan adanya fakta tersebut, Hasto memastikan bahwa isu yang menyebut bahwa PDIP anti terhadap Islam adalah tidak benar.

"Maka fitnah bahwa PDI Perjuangan anti Islam sudah jelas tak benar. Bagaimana mungkin anti Islam, terbukti PDI Perjuangan dekat dengan NU," tutupnya.

Selain Hasto, silaturahmi antara PDIP dengan santri Pondok Pesantren Al Tsaqofah ini juga dihadiri oleh sejumlah kader partai seperti Ketua Pencak Silar NU Pagar Nusa Gus Nabiel Haroen, Sekjen Baitul Muslimin Indonesia Gus Falah Amru yang hadir bersama Wasekjennya Rahmat Sahid, dan beberapa anggota DPRD DKI Jakarta.

 

Reporter: Nur Habibie

Sumber: Merdeka.com

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Video Pilihan Hari Ini

Konser Satu Cara #MusicAgaintsCorona | Kamis, 9 April 2020 dan Jumat, 10 April 2020