Kata Puan Maharani soal Komunikasi Mega-Prabowo terkait Kursi Ketua MPR

Oleh Liputan6.com pada 04 Okt 2019, 19:33 WIB
Diperbarui 04 Okt 2019, 19:33 WIB
Tok, Puan Maharani Resmi Jadi Ketua DPR 2019-2024

Liputan6.com, Jakarta - Ketua DPP PDIP Puan Maharani enggan berbicara banyak soal komunikasi antara ketua umumnya Megawati Soekarnoputri dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto terkait posisi Ketua MPR. Dia hanya menegaskan, Mega dan Prabowo memang kerap bersilaturahmi.

"Saya enggak tahu ada pertemuan atau tidak, tapi yang pasti bahwa silaturahmi dan komunikasi antara Ibu Mega dan Pak Prabowo selalu dilakukan," kata Puan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (4/10/2019). 

Ketua MPR terpilih ini juga tidak mau berbicara soal dugaan adanya kesepakatan politik antara Mega dan Prabowo. Dia bahkan menyuruh awak media untuk menanyakan langsung pada Ketua Fraksi Gerindra di MPR.

"Ya tanya sama ketua fraksi Gerindra lah yang kemarin ngomong," ucap Puan.

Saat ditanya apakah PDIP menawarkan Gerindra untuk masuk kabinet, Puan Maharani juga tidak mau menjawab. Menurut dia, kabinet adalah hak prerogatif Presiden.

"Oh itu tanya presiden dong, itukan hak prerogatif Presiden," tandasnya. 

  

* Dapatkan pulsa gratis senilai Rp 5 juta dengan download aplikasi terbaru Liputan6.com di tautan ini.

2 dari 3 halaman

Peran Megawati

Tok, Puan Maharani Resmi Jadi Ketua DPR 2019-2024
Ketua DPR RI 2019-2024 Puan Maharani (tengah), Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri (ketiga kanan), dan empat Wakil Ketua DPR RI 2019-2024 foto bersama usai pelantikan di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (1/10/2019). (Liputan6.com/Johan Tallo)

Sebelumnya diberitakan, ada peran Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri di balik legowonya Gerindra merelakan Ahmad Muzani sebagai Wakil Ketua MPR.

Mega meyakinkan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto agar jatah kursi Ketua MPR diberikan kepada Golkar.

Hal tersebut disampaikan Ketua Fraksi Gerindra Ahmad Riza Patria dalam sidang paripurna pelantikan pimpinan MPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis, 3 Oktober 2019.

Dia menyampaikan alasan akhirnya Gerindra mau musyawarah mufakat mendukung Bambang Soesatyo.

"Hasil konsultasi Prabowo Subianto dengan Megawati Soekarnoputri Presiden ke-5 RI, maka Prabowo dan Megawati bersepakat untuk kepentingan lebih besar. Kami bersepakat untuk terus menjaga MPR dalam forum musyawarah dalam memutuskan berbagai kebijakan penting dalam membangun bangsa dan negara," kata Ketua Fraksi MPR Ahmad Riza Patria dalam sidang paripurna MPR di Kompleks Parlemen, Senayan.

 

Reporter: Sania Mashabi

Sumber: Merdeka

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓