Top 3 News: Kala Megawati Melewati Surya Paloh dan AHY

Oleh Liputan6.comMuhammad Radityo PriyasmoroPutu Merta Surya PutraMaria Flora pada 03 Okt 2019, 08:50 WIB
Megawati Serahkan KTA PDIP kepada Tokoh Agama hingga Purnawirawan TNI-Polri

Liputan6.com, Jakarta - Top 3 news, pelantikan anggota DPR, DPD dan MPR periode 2019-2024 yang belum lama digelar di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, mengungkap sebuah cerita menarik. Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri melewati Ketum Partai Nasdem Surya Paloh saat ingin bersalaman.

Tak hanya Surya Paloh, Megawati juga tak menyalami Ketua Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Peristiwa ini sempat diabadikan dalam video dan viral di media sosial.

PDIP pun angkat bicara. Menurut politikus PDI Perjuangan Hendrawan Supratikno, momen tersebut dianggap hal biasa saat kondisi ruangan tengah ramai dan tidak perlu dipermasalahkan. 

Lantas, apa tanggapan Nasdem dan Surya Paloh?

Sementara itu, Menko Polhukam Wiranto kini menjadi sorotan publik terkait pernyataannya dalam sebuah kesempatan soal pengungsi di Ambon, Maluku. 

"Pengungsi terlalu besar ini sudah menjadi beban pemerintah baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah," ucap Wiranto, Senin 29 September 2019.

Wiranto kemudian mengklarifikasi pernyataannya. Dia membantah secara sengaja ingin melukai warga Maluku.

Berikut berita terpopuler di kanal News Liputan6.com, sepanjang Rabu, 2 September 2019:

2 of 5

1. Penjelasan PDIP soal Megawati yang Tak Salami Surya Paloh Saat Pelantikan Anggota DPR

Megawati Soekarnoputri mengenakan baju batik
Megawati Soekarnoputri mengenakan baju batik

Renggangnya hubungan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dengan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh masih menjadi sorotan publik.

Hal itu terlihat dari viralnya video Megawati yang tidak bersalaman dengan Paloh di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (1/10/2019).

Dalam video yang viral, terlihat Megawati melewati dua orang saat bersalaman dengan para pejabat partai saat pelantikan anggota DPR 2019-2024. Di antaranya Paloh dan Ketua Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Menanggapi hal itu, politikus PDI Perjuangan Hendrawan Supratikno menilai hal yang wajar Megawati melewati beberapa orang saat bersalaman.

Di tempat yang sama, Ketua DPP Nasdem Martin Manurung menilai Megawati tidak sengaja melewati Surya Paloh. Kata dia, Nasdem selalu berprasangka baik terhadap apa pun.

 

Selengkapnya...

3 of 5

2. Serahkan Tongkat Kapolda, Irjen Rudolf Ungkap Kegalauan Tangani Rusuh Papua

Kerusuhan Pecah di Manokwari
Massa turun ke jalan dalam unjuk rasa yang berujung kerusuhan di kota Manokwari, Papua, Senin (19/8/2019). Aksi masyarakat Papua ini merupakan buntut dari kemarahan mereka atas peristiwa yang dialami mahasiswa asal Papua di Surabaya dan Malang, serta Semarang beberapa hari lalu. (STR / AFP)

Upacara serah terima jabatan Kepala Polisi Daerah Papua berlangsung khidmat. Irjen Paulus Waterpauw kembali dipercaya mengemban tugas di Bumi Cendrawasih oleh Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian.

Kepada jajarannya, jenderal bintang dua ini mengatakan dirinya perlu kerja sama apik antar-anggota untuk mendukung tugas dan tanggung jawab barunya.

Sebelum menutup pidatonya, Rudolf menyampaikan kerusuhan yang belakangan terjadi di Papua merupakan salah satu tanggung jawab terberatnya.

Saat itu Rudolf sebagai pemegang tongkat kuasa penegakan hukum dipaksa memilih, melakukan tindakan represif atau melindungi warga agar tak terjadi keadaan yang lebih fatal lagi.

 

Selengkapnya...

4 of 5

3. Wiranto: Tidak Mungkin Saya Melukai Hati Masyarakat Maluku

Bersama Panglima TNI dan Kapolri, Wiranto Bahas RUU KUHP hingga Karhutla
Menko Polhukam Wiranto memberi keterangan usai rapat koordinasi tertutup di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa (24/9/2019). Rapat membahas RUU KUHP, Papua dan Papua Barat, serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla). (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Menko Polhukam Wiranto kembali menjadi perhatian. Kali ini soal pernyataannya yang menyebut pengungsi di Ambon, Maluku, menjadi beban, yang kemudian ramai jadi perbincangan oleh warganet.

Wiranto kemudian mengklarifikasi pernyataannya. Dia membantah secara sengaja ingin melukai warga Maluku.

"Tidak ada alasan dan tidak mungkin saya sengaja melukai hati masyarakat Maluku yang sedang terkena musibah," ucap Wiranto, Rabu (2/10/2019).

Wiranto mengatakan, dirinya sudah mengumpulkan menteri dan kepala lembaga terkait, guna menanggulangi bencana di Ambon.

 

Selengkapnya...

5 of 5

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓