Kasus Suap Impor Bawang Putih, KPK Perpanjang Penahanan I Nyoman Dhamantra

Oleh Fachrur Rozie pada 02 Okt 2019, 19:08 WIB
Diperbarui 04 Okt 2019, 18:13 WIB
Ekspresi Nyoman Dhamantra Saat Jalani Pemeriksaan Lanjutan di KPK

Liputan6.com, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperpanjang penahanan anggota Komisi VI DPR I Nyoman Dhamantra (IYD) dalam kasus dugaan suap pengurusan izin impor bawang putih tahun anggaran 2019. Perpanjangan penahanan dilakukan demi kepentingan penyidikan yang berjalan.

"Penahanan tersangka IYD, Anggota DPR RI diperpanjang selama 30 hari terhitung sejak 7 Oktober-5 November 2019," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jakarta, Rabu (2/10/2019).

Pada kasus ini, KPK menetapkan I Nyoman Dhamantra sebagai tersangka kasus dugaan suap pengurusan izin impor bawang putih tahun 2019. Selain Nyoman, KPK juga menjerat lima orang lainnya dalam kasus ini.

Yakni Mirawati Basri selaku orang kepercayaan I Nyoman Dhamantra, Elviyanto orang dekat Nyoman, dan tiga pihak swasta yakni Chandry Suanda alias Afung, Doddy Wahyudi, dan Zulfikar.

 

2 of 3

Terima Janji Rp 3,6 M

Ekspresi Nyoman Dhamantra Saat Jalani Pemeriksaan Lanjutan di KPK
Mantan Anggota DPR F-PDIP, I Nyoman Dhamantra tiba akan menjalani pemeriksaan lanjutan di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (02/10/2019). Nyoman Dhamantra diperiksa sebagai tersangka terkait suap izin impor produk hortikultura (PIH) dari Kementan dan SPI dari Kemendag. (merdeka.com/Dwi Narwoko)

Nyoman diduga meminta fee sebesar Rp 3,6 miliar dan Rp 1.700 hingga Rp 1.800 per kilogram dari pengurusan izin impor bawang putih dengan kuota 20 ribu ton untuk beberapa perusahaan termasuk perusahaan yang dimiliki oleh Afung.

Dari komitmen fee tersebut, Nyoman diduga sudah menerima Rp 2 miliar yang dikirim oleh Doddy ke rekening kasir money changer milik Nyoman. Rp 2 miliar tersebut direncanakan untuk digunakan mengurus surat persetujuan impor.

3 of 3

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by