Antisipasi Demo Buruh, Polisi Tutup Jalan di Sekitar Gedung DPR/MPR

Oleh Liputan6.com pada 02 Okt 2019, 09:03 WIB
Diperbarui 03 Okt 2019, 20:14 WIB
Unjuk rasa yang terjadi di Gedung DPR/MPR menjadi berkah sendiri bagi para pedagang.

Liputan6.com, Jakarta - Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya akan melakukan penutupan beberapa ruas jalan sekitar Gedung DPR / MPR RI, Senayan, Jakarta Pusat guna menghadapi demo buruh. Namun, penutupan itu bersifat situasional.

"Penutupan jalan melihat kondisi di lapangan. Apabila akan ada aksi, akan ditutup seperti biasa beberapa ruas yang dekat gedung DPR MPR," kata Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Muhammad Nasir kepada merdeka.com, Rabu (2/10/2019).

Dia mengatakan, apabila ada penutupan jalan karena demo, diharapkan masyarakat mencari jalan alternatif di sekitar Gedung DPR/MPR RI.

"Kami mohon maaf, kepada pengguna jalan sebaiknya mencari jalan-jalan lainnya guna menghindari kemacetan yang terjadi," kata Nasir.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono menambahkan, ribuan personel gabungan dikerahkan guna mengamankan demo ini.

"Kami sudah menyiapkan pengamanan. Ada 6.000 personel gabungan untuk mengamankan aksi unjuk rasa," kata Argo.

 

Berikut rekayasa lalu lintasnya:

- Jalan Gatot Subroto yang mengarah ke Slipi ditutup di bawah flyover Ladogi diarahkan belok kiri ke Gerbang Pemuda.

- Jalan Gerbang Pemuda yang arah ke kiri ke Jalan Gatot Subroto ditutup diputar balik ke gerbang pemuda di kolong Ladogi atau lurus ke jalan Gatot Subroto arah timur atau ke Bendungan Hilir

- Jalan Gerbang Pemuda arah ke Asia Afrika dibelokkan ke kiri ke ke Jalan Asia Afrika terus Jalan Senayan dan Jalan Pakubuwono

- Jalan Asia Afrika ke barat bisa lurus ke Jalan Tentara Pelajar atau ke arah Jalan Gerbang Pemuda putar balik di bawah Ladogi

- Jalan Tentara Pelajar dari arah Manggala Wanabakti di TL Palmerah diluruskan ke Permata Hijau dan Kebayoran Lama dan belok kiri ditutup

2 of 3

Demo Buruh

Presiden FSPMI/KSPI Said Iqbal
Presiden KSPI Said Iqbal (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) akan menggelarkan aksi besar-besaran di 10 provinsi di Indonesia. Aksi tersebut bertujuan untuk memperjuangkan sejumlah isu buruh.

Salah satunya adalah meminta agar Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan tidak dinaikkan.

KSPI menyatakan akan menggunakan strategi KLAP (Konsep, Lobi, Aksi, dan Politik) untuk memperjuangan tuntutannya. Sebelumnya Presiden KSPI Said Iqbal telah menyampaikan gagasannya kepada Presiden Jokowi di Istana Bogor.

KSPI merasa tidak cukup dengan melakukan pelobian, maka selanjutnya serikat pekerja akan melakukan unjuk rasa atau aksi demi menyampaikan aspirasi.

"Demonstrasi dilindungi konstitusi. Sebagai sebuah gerakan, KSPI tidak tabu dengan aksi unjuk rasa," kata Said Iqbal yang dikutip dari keterangan tertulis, Selasa (1/10/2019).

Menurut Said aksi demonstrasi sendiri merupakan sesuatu hal yang biasa untuk menyampaikan aspirasi.

"Untuk itu, besok (2 Oktober 2019) kaum buruh akan tetap melakukan aksi besar-besaran di 10 provinsi. Khususnya di Jabodetabek aksi akan di DPR RI," tambah Said.

 

Reporter: Ronald Chaniago

Sumber: Merdek

3 of 3

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓