PKB Tunjuk Cak Imin Jadi Wakil Ketua DPR

Oleh Liputan6.com pada 01 Okt 2019, 18:42 WIB
Diperbarui 01 Okt 2019, 18:42 WIB
Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin)
Perbesar
Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin). (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin akan menjabat sebagai Wakil Ketua DPR dari PKB periode 2019-2024. Hal itu, dikatakan langsung oleh Ketua Bidang Hukum dan Perundang-undangan PKB, Cucun Ahmad Syamsurijal.

"Barusan kita selesai rapat dan surat sudah dikirim ke presiden ya, dari PKB dari rapat semua karena kita fraksi juga dipanggil memutuskan Gus Ami (Cak Imin) untuk menjadi bagian dari pimpinan DPR," kata Cucun pada wartawan, Selasa (1/10/2019).

Cucun menjelaskan PKB memiliki pertimbangan sendiri dengan menunjuk Cak Imin sebagai Wakil Ketua DPR. Salah satunya karena Cak Imin memiliki pengalaman yang cukup sebagai anggota DPR.

"Karena pengalaman beliau dua periode di DPR akan bersama-sama dengan pimpinan DPR lainnya untuk membawa DPR lebih maju lebih yang selama ini DPR sudah bagus, tidak lama untuk beliau beradaptasi sudah tahu tugas dan fungsinya di DPR," ungkapnya.

Namun PKB belum menentukan siapa yang akan duduk di kursi pimpinan MPR. Kata Cucun, masih banyak waktu untuk menentukan siapa pimpinan MPR dari PKB.

"Belum untuk MPR karena MPR masih tanggal 3 lah," ucapnya.

Diketahui, sudah ada nama-pimpinan DPR periode 2019-2024. Ketua DPR dijabat oleh Puan Maharani dari PDI Perjuangan, Wakil DPR Azis Syamsuddin dari Golkar, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad dari Gerindra dan Rahmat Gobel dari NasDem. Kemudian Cak Imin dari PKB. Mereka akan dilantik malam ini (1/10) oleh Mahkamah Agung.

 

2 dari 3 halaman

Legowo Tak Jadi Ketua MPR

Anggota Fraksi PKB Abdul Kadir Karding menyebut tidak masalah jika pada akhirnya Ketua MPR tidak didapat Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin. PKB menegaskan legowo jika akhirnya kursi tersebut jatuh ke partai lain

"Kalau ada kesempatan ya. Kalau nggak ada ya sudah," ujar Karding di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (1/10/2019).

Dia mengatakan tidak bisa memaksa kalau bukan jatah PKB. Menurutnya, agar imbang kursi Ketua MPR diberikan kepada partai kursi terbanyak kedua yaitu Partai Golkar. Karena PDIP menempati kursi Ketua DPR sebagai pemenang Pemilu 2019.

Karding juga mengaku menyetujui nama Bambang Soesatyo sebagai calon Ketua MPR. Menurutnya secara ketokohan, Ketua DPR periode sebelumnya itu bagus.

"Partai kedua terbesar kan supaya imbang DPR nantinya PDIP kan," kata dia.

Sementara untuk pimpinan DPR, Karding menyebut Waketum PKB Jazilul Fawaid calon kuat untuk posisi tersebut. Partai yang didirikan Abdurrahman Wahid itu mendapat jatah Wakil Ketua DPR lantaran mendapatkan kursi terbanyak kelima.

"Feeling saya Jazil ya, feeling ya Jazil kemungkinan," kata Karding.

Kendati demikian, dia menyebut belum ada keputusan yang pasti. Menurutnya, masih bisa berubah nama pimpinan DPR dari PKB.

"Tapi nanti ujung-ujung bisa berubah," ujar Karding.

 

Reporter: Sania Mashabi

Sumber: Merdeka.com

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓